Infobekasi.co.id – Musim hujan seringkali membawa angin kencang, tanah mengendur akibat jenuh air, hingga erosi meningkatkan risiko pohon tumbang. Pohon yang mudah tumbang umumnya melibatkan jenis-jenis pohon tertentu memiliki struktur batang, akar, atau karakter tumbuh membuatnya rentan terhadap cuaca ekstrem.
Berdasarkan karakteristik botani, laporan dinas pertamanan berbagai daerah, dan pengamatan arboris, berikut adalah pohon-pohon yang paling rawan tumbang saat musim hujan:
1. Pohon Akasia (Acacia auriculiformis)
Banyak ditemukan di taman kota dan pinggir jalan karena tumbuh cepat dan rimbun. Namun, akasia rentan tumbang karena sistem akar dangkal, batang mudah retak, tajuk melebar tidak seimbang, dan kayu yang cenderung rapuh. Saat hujan lebat disertai angin, akasia sering patah di cabang atau tumbang total.
2. Pohon Angsana (Pterocarpus indicus)
Dikenal indah dan rindang, tetapi merupakan pohon cepat tumbang dengan kayu lunak. Kerentanannya berasal dari batang yang mudah retak ketika tua, cabang berat dengan daun rimbun, dan akar yang tidak menjalar terlalu dalam. Banyak daerah mencatat angsana sebagai penyebab utama insiden pohon tumbang di jalan raya.
3. Pohon Randu/Kapuk (Ceiba pentandra)
Pohon besar dan tinggi dengan batang berongga. Faktor yang membuatnya rawan: struktur kayu tidak padat, batang ringan dan sering berlubang, serta akar yang melebar di permukaan tanah. Di tanah gembur karena hujan, randu bisa tumbang hanya dengan hembusan angin kencang.
4. Pohon Beringin (Ficus benjamina)
Meskipun terkesan kuat, beringin rentan bila tumbuh di lokasi tidak ideal di kota. Alasannya: akar besar yang menjalar ke samping membuat tanah mudah retak, tajuk rimbun yang menangkap banyak tekanan angin, dan bobot pohon yang sangat berat. Jika tanah jenuh air, akar bisa kehilangan daya cengkeraman.
5. Pohon Sengon (Paraserianthes falcataria)
Dikenal sebagai pohon industri kayu karena cepat tumbang, tetapi sifat ini membuatnya tidak stabil. Ciri rawannya: kayu ringan dan mudah patah, sistem perakaran dangkal, serta cepat menjulang tinggi tanpa penguatan batang. Sengon di area terbuka atau lahan miring sangat rawan roboh.
6. Pohon Waru (Hibiscus tiliaceus)
Banyak ditemukan di pinggir jalan dan kawasan pantai. Faktor kerentanan: akar permukaan, cabang mudah patah, dan kayu berserat lunak. Saat diguyur hujan dan diterpa angin, waru sering patah di bagian pucuk atau dahan.
7. Pohon Ketapang (Terminalia catappa)
Memiliki tajuk bertingkat yang indah, tetapi dahan melebar ke samping, batang mudah retak ketika tua, dan daun lebar yang menahan banyak angin. Banyak kota kini mengurangi penanaman ketapang di tepi jalan karena risiko tumbangnya.
Mengapa Pohon Mudah Tumbang Saat Musim Hujan? Selain jenis pohon, faktor lingkungan juga mempercepat risiko:
– Kondisi akar: Tanah jenuh air membuat akar kehilangan daya cengkeram (pohon berakar dangkal paling rentan)
– Usia pohon: Pohon tua memiliki batang yang rapuh dan mudah lapuk
– Pemangkasan tidak tepat: Menciptakan titik lemah pada cabang
– Penyakit atau jamur: Infeksi membuat pohon kehilangan kekuatan struktural
Cara Mencegah Pohon Tumbang
Untuk menekan risiko, dapat dilakukan langkah berikut:
– Pemangkasan rutin untuk mengurangi beban tajuk
– Meremajakan pohon tua di perkotaan
– Menghindari menanam pohon berakar dangkal di dekat jalan
– Penilaian kesehatan pohon secara berkala (tree assessment)
– Memperbaiki sistem drainase agar tanah tidak terlalu jenuh air
Editor : Dede Rosyadi
#infobekasi #Bekasi #JenisPohon #Hujan






























