Kopi Matahari Pasar Proyek Bekasi, Legenda 6 Dekade yang Tak Lekang Zaman

Infobekasi.co.id – Di tengah hiruk-pikuk kawasan Pasar Proyek Bekasi, di mana kafe-kafe kekinian dengan konsep minimalis dan mesin espresso mengkilap semakin merambah, ada sebuah toko kopi yang tetap menyimpan aroma khas yang telah menghiasi lidah warga Bekasi sejak era 1960-an. Ialah Kopi Matahari, bukan sekadar merek dagang, namun simbol kehangatan dan bagian tak terpisahkan dari sejarah Kota Bekasi.

Terletak di Jl. Mayor Oking No.11, RT.003/RW.001, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, toko kopi ini berdiri teguh di lokasinya yang sama tanpa sedikit pun bergeser sejak pertama kali didirikan. Lahir dari ide dan kerja keras Ko Ayun sebagai generasi pertama, bisnis ini kini telah memasuki era ketiga, dengan Bambang (generasi kedua) dan putranya Henri yang melanjutkan estafet perjuangan.

Menyejarahkan Lima Dekade, Menghadapi Berbagai Ujian Zaman

Menjadi ikon kuliner selama lebih dari 60 tahun bukanlah hal yang mudah. Kopi Matahari telah menyaksikan dan melewati berbagai babak sejarah, mulai dari masa kerusuhan yang mengguncang daerah hingga tantangan ekonomi akibat fluktuasi harga biji kopi yang kadang naik drastis. Namun, dedikasi keluarga untuk tetap menyajikan kopi berkualitas membuat bisnis ini tetap kokoh berdiri.

“Jatuh bangunnya pasti ada. Kami sempat melewati masa-masa sulit seperti kerusuhan besar, sampai fluktuasi harga biji kopi yang kadang naiknya tidak masuk akal. Tapi kami tetap bertahan karena ini amanah orang tua,” ucap Bambang saat ditemui, beberapa waktu lalu.

Biji Pilihan dari Seluruh Nusantara, Aromanya Merambah Mancanegara

Meski tampilan tempatnya cukup sederhana, pemilihan bahan baku Kopi Matahari tidak pernah main-main. Toko kopi matahari mengambil biji kopi langsung dari petani di berbagai daerah potensi kopi Indonesia, antara lain Gayo (Aceh), Lampung, Papua, Toraja (Sulawesi Selatan), Flores (NTT), dan Bali.

Menurut Bambang, pelanggan setia di sini memiliki selera yang konsisten terhadap jenis kopi yang disukai. “Pelanggan di sini paling suka jenis Robusta, terutama Robusta Lampung dan Jawa yang aromanya kuat. Tapi banyak juga yang cari Arabika untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh,” jelasnya.

Meskipun belum melakukan ekspor secara resmi, kopi dari toko berusia lebih dari enam dekade ini telah dikenal hingga ke mancanegara. Banyak turis asing dari Eropa, Jepang, Korea, Malaysia, Thailand, hingga Amerika Serikat yang sengaja mengunjungi toko ini untuk membeli kopi sebagai oleh-oleh setelah berkunjung ke Bekasi.

“Kami pakai beans dari berbagai daerah potensi kopi di Indonesia. Walaupun belum pernah ekspor secara resmi, tapi kopi kami sering dibawa turis ke luar negeri. Mereka datang ke sini karena ingin mendapatkan kopi asli Indonesia dengan kualitas terbaik,” ungkap Bambang.

Magnet Bagi Figur Publik, Termasuk Komedian Eddy Soepono

Kualitas yang konsisten selama puluhan tahun menjadikan Kopi Matahari memiliki pelanggan dari berbagai kalangan, tidak hanya warga lokal namun juga tokoh publik. Salah satunya adalah komedian papan atas Indonesia, Eddy Soepono yang lebih dikenal dengan nama aktingnya Parto Patrio.

“Beberapa artis memang pernah mampir dan beli kopi ke sini langsung, salah satunya Parto (Eddy Soepono). Beliau sempat datang untuk menikmati kopi kami di tengah hiruk-pikuk pasar,” beber Bambang.

Menyesuaikan Zaman Tetapi Jaga Nilai Tradisi

Seiring berkembangnya zaman, proses produksi di Kopi Matahari juga mengalami perubahan. Dari menggunakan bola besi tradisional untuk sangrai manual, kini toko tersebut telah beralih ke mesin oven modern untuk menjaga produktivitas tanpa mengorbankan kualitas rasa.

“Tren kopi sekarang memang lebih inovatif dengan berbagai varian dan metode penyajian baru. Tapi kami tetap percaya diri karena kopi tradisional akan selalu punya tempatnya sendiri di hati masyarakat,” ungkap Bambang.

Bagi keluarga Ko Ayun, Kopi Matahari bukan hanya ladang rezeki, namun juga amanah yang harus dijaga dengan baik. Harapannya, dua dekade ke depan, warga Bekasi dan pengunjung masih bisa menikmati secangkir kopi yang sama, membawa kenangan dan wangi sejarah yang tak lekang oleh waktu.

(Dharma Purnama Putra)

Editor : Deros

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini