Infobekasi.co.id – Di balik popularitas dan citra prestisius yang melekat padanya, ikan arwana menyimpan beberapa fakta yang belum banyak dikenal publik. Tak hanya sekadar tentang harga mahal dan mitos keberuntungan, arwana juga memiliki sisi biologis dan perilaku unik yang menjadikannya berbeda dari ikan hias lainnya. Berikut sembilan ulasan tentang ikan arwana, dihimpun infobekasi dari berbagai sumber:
1. Ikan Purba yang Hampir Tak Berubah
Arwana termasuk kelompok ikan purba yang telah menghuni Bumi sejak sekitar 150 juta tahun lalu, bersamaan dengan era dinosaurus. Struktur tubuhnya, terutama sisik keras dan tulang lidah relatif tidak mengalami perubahan signifikan hingga saat ini. Oleh karena itu, arwana sering dijuluki sebagai “living fossil” atau fosil hidup.
2. Jantan yang Mengandung Anak
Salah satu fakta paling unik dari ikan ini adalah sistem perkembangbiakannya. Ikan arwana jantan merupakan “mouthbrooder” atau hewan yang mengerami telur di dalam mulut. Setelah betina bertelur, jantan akan menyimpan seluruh telur dan larva yang telah menetas di dalam mulutnya selama sekitar 6-8 minggu, bahkan tanpa makan sama sekali. Selama masa ini, induk jantan sangat rentan terhadap stres dan berisiko mati jika terus-menerus diganggu.
3. Bisa Melompat Tinggi Menangkap Mangsa
Di alam liar, arwana berperan sebagai predator yang aktif di permukaan air. Ia mampu melompat hingga ketinggian 1-2 meter untuk menangkap mangsa seperti serangga, burung kecil, bahkan kelelawar yang hinggap di ranting pohon dekat air. Kemampuan ini jarang diketahui oleh pemula, padahal bisa menjadi bahaya jika akuarium tempat mereka dipelihara tidak ditutup dengan rapat.
4. Memiliki “Kumis” sebagai Sensor Getaran
Dua sungut atau “kumis” yang terletak di bagian bawah rahang arwana bukan sekadar ornamen estetika. Organ ini berfungsi sebagai sensor yang sangat peka terhadap getaran dan pergerakan mangsa di permukaan air, terutama di kawasan perairan yang keruh. Sungut ini juga mudah rusak jika kualitas air akuarium tidak terjaga dengan baik.
5. Warna Tidak Selalu Ditentukan Genetik
Banyak orang mengira warna sisik arwana murni ditentukan oleh faktor keturunan. Namun faktanya, kondisi lingkungan seperti kualitas air, intensitas pencahayaan, jenis pakan, dan tingkat stres ikan juga sangat berpengaruh terhadap kecerahan warnanya. Bahkan arwana berkualitas unggulan bisa tampak kusam jika perawatan tidak tepat, sedangkan arwana biasa memiliki potensi untuk menunjukkan warna yang cemerlang dengan perlakuan yang baik.
6. Bisa Mengenali Pemiliknya
Arwana dikenal memiliki tingkat kecerdasan yang cukup tinggi dibandingkan ikan hias lainnya. Beberapa penelitian tentang perilaku ikan menunjukkan bahwa arwana mampu melakukan hal-hal berikut; Mengenali wajah manusia tertentu. Merespons suara atau gerakan khas dari orang yang sering merawatnya. Menunjukkan pola makan yang berbeda saat dihadapkan pada orang asing
Hal itu menjadi alasan, mengapa banyak penghobi merasa memiliki ikatan emosional yang kuat dengan ikan arwana yang mereka pelihara.
7. Sangat Sensitif terhadap Medan Listrik
Sistem saraf arwana memiliki kepekaan khusus terhadap medan listrik lemah yang ada di dalam air. Gangguan yang berasal dari peralatan akuarium berkualitas rendah bisa menyebabkan stres, gangguan pola renang, hingga masalah kesehatan pada sistem sarafnya. Hal ini jarang disadari oleh pemilik pemula dan bisa berdampak buruk bagi kesehatan ikan.
8. Tidak Semua Arwana Cocok Dipelihara Bersama
Meskipun terlihat tenang saat berenang, arwana memiliki sifat teritorial yang kuat. Di alam liar, satu ekor arwana bisa menguasai wilayah perairan yang luas. Di akuarium, konflik antar arwana sering terjadi jika; Ukuran ikan yang dipelihara tidak seimbang. Ruang akuarium terlalu sempit. Porsi pakan yang diberikan kurang. Dalam beberapa kasus, benturan antar arwana bahkan bisa menyebabkan luka parah hingga kematian.
9. Arwana Bisa “Puasa” dalam Jangka Waktu Lama
Di alam liar, pola makan arwana tidak selalu teratur setiap hari. Ikan dewasa mampu bertahan hidup hingga berminggu-minggu tanpa makan. Namun di lingkungan akuarium, kebiasaan memberikan pakan secara berlebihan justru bisa menyebabkan gangguan pencernaan dan penurunan kualitas air yang berdampak buruk bagi kesehatan ikan.
(Dede Rosyadi)








































