Skip to content

Ini 4 Tradisi Kebiasaan Orang Bekasi Jelang Bulan Puasa Ramadan

Infobekasi.co.id – Menjelang datangnya bulan puasa Ramadan, suasana di berbagai wilayah Bekasi mulai terasa berbeda. Selain meningkatnya aktivitas di pasar dan pusat perbelanjaan, masyarakat juga disibukkan dengan berbagai tradisi sudah berlangsung turun-temurun. Tradisi-tradisi ini bukan sekadar kebiasaan tahunan, tetapi menjadi bagian dari identitas budaya sekaligus sarana mempererat hubungan sosial dan keluarga.

Ada empat kebiasaan yang paling sering dilakukan warga Bekasi menjelang Ramadan, yakni ziarah kubur (nyekar), nyorog, munggahan, dan membuat kue Lebaran.

Nyekar atau Ziarah Kubur

Beberapa hari sebelum Ramadan, tempat pemakaman umum dipadati peziarah. Warga datang bersama keluarga membawa kembang tujuh rupa dan air mawar untuk ditaburkan di atas pusara orang tua, kakek nenek, uyut atau kerabat yang telah meninggal.

Tradisi nyekar menjadi momen doa sekaligus refleksi diri sebelum memasuki bulan puasa. Selain membersihkan makam, keluarga biasanya membaca doa, yasinan, tahlil bersama di sekitar makam keluarga.

Nyorog, Nganterin Bingkisan ke Saudara Tua

Tradisi berikutnya adalah nyorog, yakni mengantarkan makanan atau bingkisan kepada saudara lebih tua, mertua, atau tokoh, guru. Isi bingkisan biasanya berupa makanan khas seperti lauk-pauk, beras, buah, ikan bandeng, atau bahan makanan lainnya.

Tradisi ini masih dilakukan oleh masyarakat Betawi yang juga menjadi bagian budaya Bekasi. Maknanya adalah bentuk penghormatan kepada orang atau saudara yang lebih tua, sekaligus mempererat silaturahmi sebelum puasa Ramadan.

Munggahan 

Munggahan juga menjadi tradisi yang cukup populer. Biasanya warga mengadakan makan bersama keluarga besar atau teman-teman menjelang Ramadan. Kegiatan ini bisa dilakukan di rumah, restoran, atau tempat wisata.

Selain makan bersama, munggahan sering diisi dengan saling memaafkan sebagai persiapan batin memasuki bulan puasa. Suasana hangat penuh canda dan kebersamaan menjadi ciri khas tradisi ini. Ada juga selain makan bersama, di Bekasi Utara, warga memanfaatkan munggahan untuk belanja daging, ikan bandeng untuk dibawa ke orang tua, saudara.

Bikin Kue Lebaran

Meski Lebaran masih beberapa minggu lagi, sebagian warga sudah mulai membuat kue kering sejak menjelang Ramadan. Kue akar kelapa, kue gendar, Kue rengginang, sagon dan kue modern seperti nastar.

Bagi sebagian keluarga, membuat kue sendiri dianggap lebih hemat sekaligus menghadirkan suasana kebersamaan di rumah. Anak-anak biasanya ikut membantu, mulai dari mencetak adonan hingga menata kue dalam toples.

#Nyorog #Munggahan #Ramadan #Infobekasi

Foto: H. Saban

Editor: Deros

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *