Dari Masa Soekarno Hingga Waya Gini, Sejarah Sidang Isbat Indonesia

infobekasi.co.id – Setiap tahun menjelang Ramadan, pemerintah Indonesia selalu menggelar sidang isbat, menetapkan kapan umat Muslim mulai berpuasa. Bersama ulama, ahli falak, dan organisasi Islam, keputusan ini dibuat agar umat memiliki kepastian waktu ibadah. Namun, tahukah kamu, sejak kapan tradisi ini dimulai?.

Secara data dari berbagai sumber, sidang isbat sudah ada sejak awal berdirinya Kementerian Agama RI pada masa Presiden Soekarno. Saat itu, pemerintah mulai terlibat dalam penetapan kalender hijriah nasional agar ibadah umat Islam bisa berjalan dengan teratur.

Beberapa sumber menyebutkan, praktik sidang isbat sudah dilakukan sejak dekade 1950-an. Ada juga yang menyatakan, pertama kali dilaksanakan secara resmi adalah pada tahun 1962 menentukan awal Ramadan dan Idul Fitri. Perbedaan informasi tahun ini muncul karena pada masa awal, aktivitas ini belum terdokumentasi dengan sistematis seperti sekarang.

Pada periode awal, pemerintah mengundang berbagai pihak untuk bergabung dalam sidang, mulai dari ulama, ahli hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan hilal), organisasi Islam, hingga perwakilan lembaga negara. Tujuannya sederhana, menghindari perbedaan yang terlalu besar di masyarakat dalam menjalankan ibadah.

Pada awal 1970-an, ketika pemerintah membentuk Badan Hisab dan Rukyat (BHR) melalui Keputusan Menteri Agama Nomor 76 Tahun 1972. Badan ini punya tugas khusus untuk membantu pemerintah menentukan awal bulan hijriah, mulai dari Ramadan, Syawal, hingga Zulhijah, sekaligus menjaga persatuan umat.

Sejak saat itu, sidang isbat menjadi agenda rutin tahunan yang lebih terstruktur. Mekanismenya juga berkembang dengan menggabungkan dua metode: hisab dan rukyat, sebelum keputusan akhirnya diumumkan ke publik.

Kini, sidang isbat tidak hanya diisi pemerintah dan ulama. Ada juga perwakilan dari lembaga ilmiah seperti badan meteorologi dan astronomi, perguruan tinggi, bahkan dari negara sahabat. Forum ini bukan hanya tentang penetapan tanggal puasa, tetapi juga menjadi simbol negara dalam memberikan kepastian waktu ibadah, sekaligus cara untuk menjaga kebersamaan umat dalam menyambut Ramadan.

Editor : Dede Rosyadi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini