Infobekasi.co.id – Para pengrajin tempe di wilayah Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, kebingungan menghadapi lonjakan harga bahan baku. Harga kedelai dan plastik kemasan naik signifikan, memaksa mereka mencari cara agar usaha tetap berjalan.
Saat ini, harga kedelai mencapai Rp11.000 per kilogram atau Rp1,1 juta per kuintal. Padahal sebelumnya harga masih berada di bawah Rp1 juta per kuintal. Kenaikan paling terasa justru terjadi pada bahan baku plastik. Harganya melonjak drastis dari Rp32.000 menjadi Rp50.000 hingga Rp60.000 per kilogram, tergantung jenisnya.
“Kalau plastik, kenaikannya cukup tinggi. Dulu sekitar Rp32.000, sekarang sudah di atas Rp50.000 sampai Rp60.000 per kilo,” keluh Bambang Suraji (51), seorang pengrajin tempe, pada Senin (6/4/2026).
Bambang mengaku belum berani menaikkan harga jual tempe ke konsumen. Ia khawatir pembeli akan kabur atau beralih ke penjual lain, apalagi kondisi ekonomi pasca libur Lebaran Idulfitri belum sepenuhnya pulih.
“Untuk saat ini harga belum dinaikkan, karena kalau dinaikkan pelanggan belum tentu mau,” ucapnya.
Sebagai solusi, Bambang dan sesama pengrajin berencana mengecilkan ukuran tempe. Langkah ini akan diambil jika harga bahan baku terus naik.
“Kalau nanti harganya naik lagi, mungkin ukurannya yang akan dikurangi,” tutur Ia.
Selain itu, mengganti kemasan menggunakan daun pun bukan solusi, karena harga daun juga sempat melonjak hingga Rp20 ribu pasca Lebaran.
Hingga saat ini, para pengrajin belum menemukan titik terang untuk menjaga kestabilan usaha dan upah pekerja. Mereka berharap pemerintah segera turun tangan.
“Harapannya harga bisa stabil. Kalau terlalu tinggi, usaha jadi sulit, bahkan untuk bayar karyawan saja tidak cukup,” ucap Bambang.
(Fahmi)
Editor : D. Rosyadi






























