Skip to content

Dari Tanah Abang Hingga Sekitar Bekasi, Para PKL Cari Berkah di Maulid Jumalang

Infobekasi.co.id – Tiap tahun, ribuan jemaah memadati kompleks Masjid Jami Attaqwa, Pondok Pesantren Attaqwa Putra, Kampung Ujung Harapan (dulu Jumalang), Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Di samping kesibukan jemaah, ratusan Pedagang Kaki Lima (PKL) dari berbagai daerah ikut meramaikan acara ini, bukan sekadar mencari untung, melainkan juga mencari keberkahan.

Tradisi ini telah mengakar kuat sejak masa Almaghfurlah KH. Noer Ali, yang selalu membuka ruang bagi pedagang kecil untuk mengais rezeki di sekitar kegiatan keagamaan pesantren.

Para pedagang tidak hanya berasal dari warga sekitar, tetapi berdatangan dari berbagai wilayah, bahkan dari Pasar Tanah Abang, Jakarta. Salah satu guru di Ponpes Attaqwa menceritakan kisah yang kerap terdengar di kalangan warga.

“Pedagang dari mana saja aja ke sini. Ada juga cerita pedagang dari Tanah Abang Jakarta, jualan lapak di sini. Saat maulid memang tidak begitu laku dagangannya, tapi selesai dari acara maulid, dia berdagang kembali, jualannya laris. Itu mungkin yang dibilang mendapatkan barokah keberkahan,” tuturnya, Selasa (25/8/2026).

Keyakinan akan keberkahan itulah yang mendorong para pedagang menempuh perjalanan jauh untuk menginjakkan kaki di acara Maulid Ujung Harapan.

Sepanjang jalan raya hingga halaman kompleks pondok pesantren, barisan tenda dan lapak PKL berjejer rapi. Berbagai komoditas dagangan tersaji lengkap, mulai dari pedagang pakaian muslim, perlengkapan ibadah, kitab suci, wewangian. Mainan anak-anak, pernak-pernik, kebutuhan rumah tangga. Aneka kuliner dan berbagai jajanan khas, tumpah ruah di acara tersebut.

Berbeda dengan masa lalu yang penataannya masih bersifat alamiah, kini panitia menerapkan manajemen penataan PKL yang jauh lebih tertib. Tenda-tenda diatur sedemikian rupa agar tidak menghalangi akses jalan utama, sehingga arus jemaah tetap lancar meskipun pengunjung sangat padat.

Kehadiran ratusan PKL di Maulid Ujung Harapan adalah bukti, tradisi yang ditancapkan KH. Noer Ali, resepsi kombinasi antara syiar Islam sekaligus mengangkat ekonomi rakyat kecil.

Bagi para pedagang, berjualan di sini bukan sekadar soal uang, melainkan keyakinan bahwa keberkahan yang didapat akan membawa kelancaran rezeki di hari-hari berikutnya.

(Ded)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *