BRIN-Kemensos Pamerkan Sepatu Sekolah Tanpa Lem dan Jahitan, Harga Ekonomis
Infobekasi.co.id – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Kementerian Sosial memamerkan inovasi sepatu sekolah terbaru yang dibuat tanpa lem maupun jahitan. Sepatu berwarna hitam berlogo BRIN ini diperkenalkan kepada para siswa Sekolah Rakyat Kabupaten Bekasi, Cikarang Pusat, pada Kamis (8/10/2026). Sepatu yang terbuat dari bahan karet ini dijual dengan harga kisaran Rp75.000 hingga Rp90.000 untuk ukuran besar.
Kepala BRIN, Arif Satria, menjelaskan inovasi ini lahir sebagai solusi perlengkapan sekolah yang terjangkau, kokoh, nyaman, dan praktis karena tidak perlu disemir. Langkah ini juga merupakan upaya pemenuhan perlengkapan sekolah berkualitas yang ramah di kantong masyarakat menengah ke bawah.
“Sepatu yang murah, sepatu yang awet, sepatu yang nyaman, sepatu yang perawatannya mudah. Sepatu ini tanpa lem, tanpa jahitan, sehingga memang awet, murah, perawatannya mudah tidak perlu disemir dan insyaallah nyaman juga dipakai,” terang Arif saat penandatanganan nota kesepahaman antara Kemensos dan BRIN di Cikarang Pusat.
Teknologi pembuatannya dilisensikan oleh BRIN, sementara proses produksinya memberdayakan pelaku UMKM, khususnya di Bogor. Untuk memperluas jangkauan ke seluruh siswa Sekolah Rakyat, BRIN juga membuka kemitraan dengan BUMN Danantara serta sektor swasta melalui alokasi dana CSR.
Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyambut baik inovasi ini. Ia menilai sepatu buatan dalam negeri ini dapat menghemat anggaran pengadaan fasilitas siswa baru pada tahun ajaran mendatang.
“Salah satu yang disajikan adalah sepatu produk inovasi BRIN. Kalau nanti bisa diberikan kepada siswa baru tahun ajaran depan, tentu akan lebih efisien. Terlebih ini adalah produk asli BRIN, produk dalam negeri kita,” ujar Gus Ipul.
Ia menegaskan kolaborasi dengan BRIN sangat penting untuk meningkatkan efektivitas dan tata kelola Sekolah Rakyat yang telah beroperasi lebih dari satu tahun.
“Hari ini kita tandatangani MoU dengan Kepala BRIN untuk memanfaatkan hasil inovasi dan riset guna memperkuat penyelenggaraan Sekolah Rakyat, terutama dalam kerangka pembelajaran siswa-siswi,” pungkasnya.


