infobekasi.co.id – Sebanyak 289 santri Pondok Pesantren Attaqwa resmi mengakhiri masa studi mereka dalam acara Haflah Takharruj yang digelar khidmat di Gedung KH. Noer Alie, Kamis (21/5/2026) bertepatan dengan 4 Zulhijjah 1447 H. Momen kelulusan ini sekaligus menjadi wujud nyata konsistensi lembaga pendidikan Islam tersebut dalam melahirkan generasi unggul yang seimbang antara keilmuan, akhlak, dan pengabdian sosial.
Acara wisuda ini dihadiri jajaran Badan Pembina Yayasan Attaqwa, Pimpinan Perguruan Attaqwa, pengasuh pondok pesantren putra-putri, para lulusan, hingga orang tua santri datang dengan penuh rasa haru dan bangga. Haflah Takharruj tahun ini bukan sekadar seremoni kelulusan, melainkan penegasan arah pendidikan Attaqwa berkomitmen membentuk insan unggul secara intelektual, spiritual, maupun sosial.
Sekretaris Dewan Masyayikh Perguruan Attaqwa sekaligus Ketua Panitia Penyelenggara, Dr. H. Khaerul Umam Noer, dalam laporannya menjelaskan, 289 lulusan tersebut merupakan gabungan dari jenjang Madrasah Aliyah Attaqwa Pusat Putra, Madrasah Aliyah Attaqwa Pusat Putri, dan Madrasah Tahfiz Attaqwa. Kelulusan ini tidak diberikan semata berdasarkan administrasi, melainkan hasil dari proses pendidikan dan ujian ketat yang menguji pemahaman mendalam terhadap 20 mata pelajaran pokok pesantren.
Mata pelajaran tersebut mencakup ilmu tafsir, hadis, fikih, tauhid, akhlak, tata bahasa Arab, hingga keterampilan menulis karya ilmiah, praktik dakwah, dan metode mengajar. Syarat mutlak harus dipenuhi setiap santri adalah mencapai nilai minimal 7 di seluruh mata pelajaran tersebut.
“Pondok Pesantren Attaqwa tidak mendidik santri hanya untuk paham agama secara tekstual atau teori semata. Kami membangun kemampuan berpikir kritis, kemampuan berdakwah, menulis, hingga kesiapan mengabdi di tengah masyarakat. Pendidikan pesantren harus melahirkan generasi yang memiliki keluasan ilmu sekaligus kekuatan moral yang kokoh,” tegas Dr. Khaerul Umam Noer.
Dalam kesempatan itu, lembaga juga memberikan penghargaan bergengsi Bintang Pelajar bagi tiga santri dengan capaian akademik tertinggi. Peringkat pertama diraih Azzam Kaisal Azyan dengan nilai rata-rata 95,62, diikuti Syaharani An Nisa Putri (93,34), dan Ahmad Habibi Rosyid (89,90).
Rekam jejak keberhasilan para lulusan Attaqwa juga terlihat dari penempatan pendidikan lanjut mereka. Sebanyak 186 santri diterima di berbagai perguruan tinggi ternama, baik Perguruan Tinggi Negeri (PTN), Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), maupun universitas internasional di Jepang, Mesir, dan Arab Saudi. Sementara itu, 34 santri terbaik lainnya terpilih melanjutkan pendidikan di Ma’had Aly Attaqwa KH. Noer Alie sebagai bagian dari program kaderisasi ulama dan intelektual masa depan.
Prestasi gemilang juga tercatat di bidang non-akademik. Sebanyak 15 santri berhasil menuntaskan hafalan 30 juz Al-Qur’an, 10 santri menghafal lebih dari 1.000 hadis, dan 12 santri menguasai 1.000 bait syair Alfiyah Ibnu Malik. Di samping itu, santri Attaqwa juga menorehkan prestasi di kancah sains dan olahraga, antara lain meraih medali Perak dan Perunggu pada International Kangaroo Mathematics Contest, serta Juara 1 dan 2 Pencak Silat tingkat nasional diselenggarakan Kemenpora RI dan IPSI.
Pimpinan Perguruan Attaqwa, Dr. KH. Irfan Mas’ud, MA, dalam sambutan menegaskan, visi besar pendidikan yang diusung lembaga yang didirikan KH. Noer Alie ini. Menurutnya, tujuan utama pendidikan di Attaqwa adalah membentuk insan yang tidak hanya cerdas, namun memiliki landasan kebenaran yang kuat.
“Tujuan pendidikan kami bukan sekadar mencetak anak-anak yang pintar, tetapi membentuk insan yang benar dan pintar. Pintar saja tidak cukup jika tidak dibimbing dengan akhlak mulia, nilai tauhid yang lurus, dan rasa tanggung jawab besar kepada umat. Inilah visi agung pendidikan Attaqwa yang diwariskan para pendiri,” tegas KH. Irfan Mas’ud.
Lebih jauh Ia menekankan, pentingnya transformasi pesantren yang adaptif terhadap zaman namun tidak kehilangan akar tradisi keilmuan Islam. Attaqwa terus berupaya menjaga keseimbangan antara penguatan ilmu agama, penguasaan sains dan teknologi modern, pembentukan jiwa kepemimpinan, serta kesiapan menghadapi tantangan global.
Acara ditutup dengan ucapan selamat dan doa restu bagi seluruh wisudawan. Pimpinan Perguruan Attaqwa juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para orang tua santri atas kepercayaan yang diberikan, serta kepada para guru dan pengasuh yang telah berikhtiar mendampingi para santri hingga menamatkan pendidikannya.
“Semoga ilmu diperoleh menjadi ilmu yang bermanfaat, membawa keberkahan, dan menjadi amal jariyah bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan agama. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berperan serta dalam mencetak generasi rabbani ini,” pungkasnya.





























