BEKASI BARAT – Berkembangnya isu peredaran daging celeng yang dioplos di pasaran tidak menjadi penghambat bagi pedagang daging sapi di Pasar Kranji Baru, Bekasi Barat.
Salah seorang pedagang daging sapi, Enda (35), mengatakan bahwa penjualan daging sapi miliknya tidak mengalami penurunan akibat beredarnya isu tersebut.
“Isu nggak berpengaruh sih, sama aja penjualannya seperti biasanya. Memang, kami mengalami sedikit penurunan penjualan dibanding waktu awal puasa, tapi nggak terlalu besar dan ini memang sudah biasa terjadi,” kata Enda saat ditemui infobekasi.co.id, Rabu (15/06).
Lanjut Enda, penjualan daging sapinya sempat mengalami kenaikan pembeli saat dua hari sebelum memasuki bulan Ramadhan atau saat munggahan.
“Biasanya sih, nanti bakal naik lagi saat H-10 Lebaran, pengunjung bakal ramai lagi,” ucap dia.
Sementara untuk harga daging sapi di pasar Kranji Baru, Enda mengatakan bahwa harga terbilang masih stabil di angka Rp 120 ribu per kilogramnya. (Sel)





























