Wali Kota Bekasi Jenguk Pasien Melahirkan di RS Koja Yang Telah Ditolak Oleh 7 RS di Kota Bekasi

JAKARTA UTARA – Dapatkan laporan bahwa warganya di Kota Bekasi susah mendapatkan pelayanan Rumah Sakit, Senin (12/6) pagi, tepatnya selepas sholat subuh, Wali Kota Bekasi, Dr. Rahmat Effendi bergegas ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Koja, Jakarta Utara bersama Kepala Dinas Kominfostandi, dr. Titi Masrifahati, Camat Medan Satria, Taufiq, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Bekasi, dr. Tanti dan juga Lurah Pejuang, Isnaini.

Dalam kronologinya yang dijelaskan dari suami, Hary Kustanto warga Pejuang Pratama Rt 07 /06 kelurahan Pejuang Kecamatan Medan Satria Kota Bekasi Jawa Barat. Bahwa, istrinya yang sedang sakit diduga pada kandungannya, membawa ibu Reny Wahyuni ke beberapa Rumah Sakit Swasta di Kota Bekasi untuk meminta penanganan pelayanan kesehatan di ruang ICU, akan tetapi karena menggunakan pelayanan BPJS ditolak di 6 RS Swasta di Kota Bekasi dan RSUD Kota Bekasi, 6 RS swasta yang menolak yakni : RS Ananda Bekasi, RS Anna Medika Bekasi, RS Mekar Sari, RS Bakti Kartini, RS Bella, RS Hermina dan RSUD Kota Bekasi menolak pasien lantaran bertuliskan kamar Full, kemudian suami usaha keras ke RS KOJA tetapi tidak memakai BPJS akhirnya mendapatkan ruang ICU di RS Koja tersebut.

Mendengar laporan tersebut, Wali Kota menjenguk warga nya di RS Koja pada waktu subuh, Senin (12/06) dan langsung mendengarkan cerita dari suami si pasien.

Wali Kota Bekasi menginstruksikan pembuatan Kartu Sehat berbasis NIK yang pada siang ini harus jadi, agar diurus dari Dinas Kesehatan Kota Bekasi mengenai pembiayaannya.

“Tolong dibuatkan kartu sehat berbasis NIK, biar siang ini jadi dan di tanggung seluruh biayanya oleh Pemerintah Kota Bekasi,” kata Rahmat Effendi

Usai berdialog, Wali Kota masuk ke dalam ruang ICU RS Koja untuk melihat pasien dan terlihat masih dalam keadaan lemah dan tekanan darah yang sudah membaik, yang sebelumnya dalam proses pencarian Rumah Sakit di kabarkan kandungan yang sudah 8 bulan lebih harus segera dikeluarkan karena mempunyai tekanan darah tinggi dan trombosit turun.

Setelah menjenguk, Wali Kota menegaskan untuk mengumpulkan pihak rumah sakit yang telah menolak pasien tersebut dan memanggil Direktur RSUD Kota Bekasi untuk membahas mengenai permasalahan tersebut.

“Kumpulkan semua rumah sakit swasta yang dimaksud dan termasuk Dirut RSUD Kota Bekasi yang menolak pasien BPJS,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini