Isu Beras Oplosan: Pedagang di Bekasi Rugi, Konsumen Takut Prabowo Geram

infobekasi.co.id – Isu beras oplosan membuat resah para pedagang beras di Kota Bekasi. Penurunan penjualan hingga 50 persen dialami sejumlah agen beras akibat kekhawatiran konsumen terhadap beras oplosan.

Udin berusia 34 tahun, pemilik agen beras di Jalan Raya Pangeran Jayakarta, Medan Satria, mengatakan, lapaknya kebanjiran pertanyaan dari konsumen yang khawatir akan beras oplosan.

“Banyak yang bertanya, konsumen ketakutan dengan isu beras oplosan,” ujar Udin, Kamis (24/7/2025).

Penurunan omzet yang signifikan terjadi hampir dua pekan terakhir. Konsumen mengurangi jumlah pembelian, dari biasanya satu karung menjadi setengah karung.

“Penurunan hampir 50 persen. Mereka mengurangi pembelian,” kata Udin.

Udin memastikan beras yang dijualnya langsung diperoleh dari penggilingan dan tidak melalui proses pengemasan ulang.

“Beras langsung dari penggilingan, kita jual apa adanya,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Aldo, pemilik agen beras di Pejuang, Medan Satria. Ia mengaku khawatir, dan meyakini beras oplosan lebih banyak beredar di minimarket ketimbang agen beras.

“Di agen kita tidak ada (beras oplosan). Kekhawatiran ada, tapi lebih banyak di retail,” kata Aldo.

Masih kata Aldo, dirinya mengawasi distribusi beras ke tokonya. Ia menjual beras dalam kemasan literan, karungan 20 kg, dan 50 kg dengan berbagai jenis, seperti pandan wangi, ramos, segon, dan beras Thailand.

“Semoga saja tidak ada beras oplosan di Kota Bekasi,” ucap Ia.

Kekhawatiran ini diperkuat pernyataan Presiden Prabowo Subianto, mengungkapkan kerugian negara mencapai Rp 100 triliun per tahun akibat praktik beras oplosan. Pernyataan ini disampaikan dalam pidato Harlah PKB di JCC, Senayan, Jakarta, Rabu (23/6/2025). Prabowo mengungkapkan kemarahannya atas praktik tersebut yang merugikan negara dan konsumen.

“Setahun kerugiannya Rp100 triliun. Beras biasa dikemas ulang, lalu dijual sebagai beras premium,” tandasnya.

Reporter: Fahmi

Editor: Deros

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini