Jejak Panjang Abdul Harris Bobihoe: Dari DPRD Jabar hingga Jadi ‘Orang Kedua’ di Kota Bekasi

Infobekasi.co.id – Nama Abdul Harris Bobihoe mungkin baru belakangan ini menjadi perbincangan di kalangan masyarakat Bekasi. Namun, bagi mereka yang mengikuti perjalanan politik di Jawa Barat, sosoknya bukanlah wajah baru. Dari ruang rapat DPRD Jawa Barat hingga panggung politik lokal Bekasi, Harris menorehkan jejak panjang sebelum akhirnya dilantik sebagai Wakil Wali Kota Bekasi periode 2025–2030 mendampingi Tri Adhianto Tjahyono.

Awal Kehidupan dan Pendidikan

Abdul Harris Bobihoe lahir di Gorontalo pada 18 September 1963. Latar belakang akademiknya cukup mentereng. Ia menempuh pendidikan tinggi hingga jenjang doktoral, sehingga namanya sering ditulis lengkap dengan gelar akademis Dr. H. Abdul Harris Bobihoe, M.Si. Dengan bekal pendidikan itu, Harris memantapkan diri terjun ke dunia birokrasi dan politik.

Masa muda Harris diwarnai semangat merantau. Ia meninggalkan tanah kelahiran di Sulawesi untuk meniti karier di Jawa Barat. Pilihan ini ternyata menjadi jalan panjang baginya, hingga akhirnya dikenal sebagai salah satu kader Partai Gerindra yang cukup berpengaruh.

Kiprah di DPRD Jawa Barat

Sebelum melangkah ke kursi eksekutif di Kota Bekasi, Harris lebih dulu mengabdi di lembaga legislatif. Ia terpilih menjadi Anggota DPRD Jawa Barat periode 2019–2024. Di Gedung Dewan, Harris pernah dipercaya memimpin Komisi V DPRD Jabar, sebuah komisi membidangi kesejahteraan rakyat, kesehatan, dan olahraga.

Pengalaman itu membuatnya akrab dengan berbagai persoalan masyarakat, mulai dari layanan kesehatan, pendidikan, hingga infrastruktur olahraga. Rekan-rekan sejawat di DPRD menilainya sebagai sosok teliti, komunikatif, dan mampu menjembatani kepentingan lintas fraksi. Tidak mengherankan jika kemudian dipercaya menjadi Wakil Ketua DPRD Jawa Barat pada periode berikutnya.

Selain di parlemen, Harris juga aktif membesarkan Partai Gerindra di tingkat provinsi. Ia menjabat sebagai Sekretaris DPD Gerindra Jawa Barat, posisi penting yang membuatnya dekat dengan berbagai jaringan politik di tingkat daerah maupun pusat.

Jalan Menuju Balai Kota Bekasi

Puncak karier politik Harris tiba ketika ia dipinang oleh Tri Adhianto Tjahyono untuk menjadi pasangan dalam Pilkada Kota Bekasi 2024. Tri, yang sebelumnya menjabat sebagai Wali Kota, membutuhkan figur pendamping yang berpengalaman, memiliki jaringan luas, dan diterima di berbagai kalangan politik. Harris dianggap memenuhi kriteria tersebut.

Pilkada Bekasi 2024 berlangsung sengit. Pasangan Tri-Harris harus berhadapan dengan lawan-lawan kuat, baik dari partai besar maupun figur populer lokal. Namun, kerja keras tim, dukungan partai, serta rekam jejak keduanya berhasil membawa kemenangan tipis. Pada Februari 2025, keduanya resmi dilantik sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi untuk periode 2025–2030.

Peran sebagai Wakil Wali Kota

Sejak dilantik, Abdul Harris Bobihoe langsung tancap gas. Ia kerap terlihat memimpin apel, menghadiri kegiatan olahraga, hingga menyapa masyarakat dalam berbagai acara pemerintahan. Sosoknya dikenal ramah namun tegas.

Harris kerap menekankan pentingnya perbaikan layanan publik. Dengan latar belakang sebagai Ketua Komisi V DPRD Jabar, I membawa pengalaman mengurusi bidang kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat. Tidak heran jika ia menaruh perhatian besar pada layanan dasar warga Bekasi, mulai dari fasilitas kesehatan yang merata, sekolah terjangkau, hingga pembinaan generasi muda lewat olahraga.

Gaya Kepemimpinan

Harris dikenal memiliki gaya kepemimpinan yang komunikatif. Ia kerap mengedepankan musyawarah dalam mengambil keputusan, terutama ketika menyangkut kebijakan menyentuh masyarakat luas. Di sisi lain, kedisiplinan juga menjadi ciri khasnya.

Sebagai birokrat-politisi, dirinya dinilI mampu menjembatani dunia politik yang sarat tarik-menarik kepentingan dengan kebutuhan masyarakat sehari-hari. Banyak yang menyebut, Harris adalah tipe administrator yang detail dan sistematis, melengkapi gaya kepemimpinan Tri Adhianto yang lebih populis dan komunikatif.

Tantangan di Kota Patriot

Menjadi Wakil Wali Kota Bekasi bukan tugas ringan. Kota dengan populasi lebih dari 2,5 juta jiwa ini menghadapi beragam tantangan: kemacetan, banjir, kebutuhan infrastruktur dasar, hingga pelayanan publik yang harus terus ditingkatkan.

Harris menyadari tantangan itu. Ia berulang kali menekankan bahwa kolaborasi antarinstansi, partisipasi masyarakat, dan transparansi adalah kunci. Dengan pengalamannya di DPRD Jabar, Harris membawa jaringan dan pengalaman legislatif untuk memperkuat koordinasi dengan pemerintah provinsi maupun pusat.

Aktivitas Publik dan Media Sosial

Di era digital, Harris tidak menutup diri. Ia aktif menggunakan media sosial untuk menyampaikan kegiatan, mulai dari menghadiri acara olahraga, memimpin rapat, hingga menyapa warga. Akun Instagram dan X (Twitter)-nya menjadi sarana komunikasi sekaligus dokumentasi, sehingga publik bisa melihat langsung aktivitas sehari-hari Wakil Wali Kota.

Langkah ini sejalan dengan tuntutan masyarakat modern yang ingin pejabatnya terbuka, transparan, dan dekat dengan warga.

Catatan Elektoral dan Masa Depan Politik

Sebelum terpilih sebagai Wakil Wali Kota, Harris pernah maju dalam kontestasi legislatif 2024 untuk DPRD Jawa Barat. Namun, catatan menunjukkan ia tidak kembali terpilih untuk periode 2024-2029. Meski demikian, kegagalannya di legislatif justru membuka jalan menuju eksekutif di tingkat kota.

Dari Gorontalo ke Bekasi, perjalanan Abdul Harris Bobihoe menunjukkan bahwa politik adalah soal ketekunan, jejaring, dan konsistensi. Ia bukan sosok yang lahir tiba-tiba, melainkan hasil proses panjang di parlemen dan partai politik.

Kini, sebagai Wakil Wali Kota Bekasi, Harris memikul amanah besar untuk membantu memimpin Kota Patriot. Masa depan akan membuktikan sejauh mana perannya mampu membawa Bekasi menjadi kota yang lebih maju, tertata, dan sejahtera bagi seluruh warga Bekasi.

Esitor: Dede Rosyadi

Data: Dirangkum dari berbagai sumber

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini