Infobekasi.co.id – Buaya muara dengan panjang dua setengah meter dan berbobot sekitar 200 kilogram yang ditemukan di tengah sawah, kemarin, diduga merupakan hewan peliharaan warga Cikiwul, Bantargebang, Kota Bekasi. Hingga saat ini sang pemilik buaya belum diketahui.
Komandan Regu (Danru) Kanit A3 Rescue, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Bekasi, Aliyudin, mengungkapkan, buaya itu tidak berasal dari habitat aslinya, sehingga diduga peliharaan.
“Sepertinya peliharaan mungkin ya, karena itu bukan habitatnya. Tapi untuk pemiliknya, kita belum tahu. Yang jelas, ada laporan dari warga, kita datang ke lokasi, dan melakukan evakuasi,” tutur Aliyudin ketika dijumpai di Markas Komando (Mako) Disdamkarmat Kota Bekasi, Bekasi Selatan.
Untuk mengevakuasi buaya, sebanyak 10 petugas pemadam dikerahkan. Mereka menggunakan metode mengikat tali pada moncong atau mulut buaya terlebih dahulu, kemudian mengikat kakinya agar mudah diangkut.
Selain itu, lahan sawah yang becek dan berlumpur membuat evakuasi membutuhkan kerja keras petugas Damkar. Butuh waktu dua jam agar buaya itu dapat dijinakkan.
“Itu prosesnya di persawahan, banyak lumpur, dan lagi di tengah-tengah. Aksesnya juga sempit, seperti jalan setapak. Jadi kita agak was-was, khawatir dia menyerang,” beber Ali.
Agar buaya tidak mengalami dehidrasi dan panas, petugas mengguyur air ke seluruh badannya melalui selang setiap dua jam sekali.
“Iya, kita lakukan penyiraman ini agar buaya terhindar dari dehidrasi,” timpal petugas pemadam dari unit rescue lainnya, Eko Uban.
Hingga Selasa pagi, buaya tersebut telah berada di Mako Disdamkarmat Kota Bekasi, Bekasi Selatan. Buaya itu masih ditangani petugas pemadam sebelum diserahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).
(Fahmi/Deros)






























