infobekasi.co.id – Malam Nisfu Sya’ban yang jatuh di pertengahan bulan Sya’ban kerap dimaknai umat Islam sebagai malam penuh ampunan (lailatul maghfirah). Di berbagai masjid dan musala, jemaah terbiasa mengisinya dengan doa bersama, salat sunnah, serta membaca Surat Yasin sebanyak tiga kali.
Tradisi ini telah mengakar kuat di masyarakat Muslim Indonesia, termasuk di Bekasi. Meski tidak secara khusus diperintahkan dalam satu hadis sahih tertentu, para ulama menjelaskan, bahwa amalan tersebut memiliki dasar dari keutamaan malam Nisfu Sya’ban serta anjuran umum memperbanyak ibadah, khususnya membaca Al-Qur’an.
Salah satu dalil yang sering dijadikan rujukan adalah hadis riwayat Ibnu Majah dan Ath-Thabrani yang menyebutkan, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Allah melihat seluruh makhluk-Nya pada malam Nisfu Sya’ban, lalu mengampuni semuanya kecuali orang musyrik dan orang yang saling bermusuhan,”.
Sejumlah ulama hadis menilai, riwayat ini berstatus hasan, sehingga dapat diamalkan sebagai dorongan untuk memperbanyak ibadah. Hadis lain dari Ali bin Abi Thalib RA juga menyebutkan anjuran menghidupkan malam Nisfu Sya’ban dengan salat dan doa. Meski sebagian ulama menilai sanadnya lemah (daif), hadis tersebut tetap digunakan dalam kerangka fadhailul a’mal (keutamaan amal).
Selain keistimewaan malamnya, umat Islam berpegang pada hadis sahih Rasulullah SAW mengenai keutamaan Al-Qur’an secara umum, yakni “Bacalah Al-Qur’an, karena ia akan datang memberi syafaat bagi pembacanya di hari kiamat,” (HR Muslim).
Hadis ini menjadi landasan, membaca Al-Qur’an kapan pun, terlebih di malam istimewa, merupakan ibadah yang sangat dianjurkan. Surat Yasin sendiri dikenal luas di kalangan ulama sebagai surat yang mengandung pesan rahmat, doa, dan penguatan iman.
Mengapa Dibaca Tiga Kali?. Praktik membaca Yasin sebanyak tiga kali bukan berasal dari perintah langsung Nabi, melainkan hasil ijtihad (pemikiran) ulama dalam kitab-kitab seperti I’anatuth Thalibin dan Nihayatul Zain. Di sana dijelaskan bahwa tiga kali bacaan Yasin diniatkan untuk tiga hajat utama manusia. Pertama, memohon panjang umur dalam ketaatan kepada Allah. Kedua, memohon rezeki yang halal, berkah, dan dijauhkan dari marabahaya. Ketiga, memohon keteguhan iman serta wafat dalam keadaan husnul khatimah.
Tokoh-tokoh besar seperti Imam Nawawi dan Imam Al-Ghazali menyatakan, malam-malam istimewa dianjurkan diisi dengan ibadah apa pun yang baik selama tidak bertentangan dengan syariat. Di Indonesia, para ulama pesantren menilai amalan Yasin tiga kali sebagai bid’ah hasanah (tradisi baik) karena berisi bacaan Al-Qur’an dan doa bersama.
Para ulama menegaskan, bahwa tidak ada dalil yang mewajibkan bacaan Yasin tiga kali. Namun, amalan ini dianjurkan sebagai bentuk introspeksi diri menjelang Ramadan. Malam Nisfu Sya’ban menjadi momentum penting untuk memperbaiki hubungan dengan Allah dan sesama manusia, sejalan dengan pesan hadis untuk menjauhi permusuhan agar memperoleh ampunan-Nya.
#NisfuSya’ban #Infobekasi #SuratYasin
Editor : D. Rosyadi








































