Infobekasi.co.id – Di gawang lapangan futsal, Ahmad Habibie tampak seperti raksasa yang sulit ditaklukkan. Refleksnya cepat, tatapannya tajam, dan keberaniannya menghalau bola-bola keras seringkali membuat penyerang lawan frustrasi. Namun, di balik seragam kiper Timnas Futsal Indonesia yang bersimbah keringat itu, tersimpan cerita tentang seorang Habibie yang menggantungkan kekuatannya pada dua hal, doa istri dan latihan tanpa henti.
Kesuksesan Habibie membawa Indonesia melaju ke final Piala Asia Futsal (AFC) 2026 usai menumbangkan Jepang dengan skor 5-3 bukan sekadar keberuntungan. Di rumahnya yang asri di Kampung Utan Ceger, Bekasi Selatan, sang istri, Eka Dwiyanti, menceritakan sosok suaminya yang jauh dari kesan instan.
Bagi Habibie, dukungan keluarga, terutama sang istri adalah “jimat” utama. Setiap kali akan berlaga, pesan yang dikirimkannya ke rumah selalu sama, yaknibmeminta doa.
“Habibie itu paling sering pesan ke kami untuk minta doa. Baginya, doa keluarga adalah dukungan yang paling menguatkan mentalnya di lapangan,” ujar Eka saat berbincang dengan infobekasi, Jumat (6/2).
Komunikasi adalah napas bagi hubungan mereka. Di sela jadwal turnamen yang padat, Habibie selalu menyempatkan diri memberi kabar. Entah itu saat meraih kemenangan manis atau harus menelan pil pahit kekalahan. Kehadiran buah hati laki-laki mereka yang baru berusia 11 bulan menjadi bahan bakar tambahan bagi Habibie untuk terbang menghalau bola di setiap pertandingan.
Jika banyak orang hanya melihat kehebatannya di laga besar, Eka justru menjadi saksi perjuangan Habibie dari titik nol. Habibie dikenal sebagai sosok yang “gila” latihan. Ia tidak pernah memilih-milih panggung untuk mengasah kemampuannya.
“Anaknya memang sangat rajin. Biar pun cuma turnamen kecil, kalau ada kesempatan, Dia pasti ikut. Dia sangat giat berlatih,” kenang Eka.
Disiplin ini juga merambah ke gaya hidup. Di tengah godaan kuliner, Habibie sangat ketat menjaga asupan vitamin dan nutrisi. Baginya, konsentrasi di lapangan adalah hasil dari fisik yang terjaga. Pola tidur dan asupan makanan adalah harga mati yang tak bisa ditawar demi performa maksimal.
Kini, tantangan terbesar ada di depan mata. Timnas Indonesia akan menantang sang penguasa futsal Benua Kuning, Iran, di laga final yang digelar di Indonesia Arena, Sabtu (7/2).
Meski lawan yang dihadapi memiliki reputasi besar, Eka hanya berpesan agar suaminya tetap tenang dan sportif. Ia tidak menuntut banyak, kecuali kesehatan dan fokus sang suami di lapangan.
“Saya selalu bilang, jaga kondisi. Kesehatan itu nomor satu. Makan dan tidur harus dijaga. Fokus dulu ke pertandingan, jangan mikirin yang lain,” pesan Eka untuk sang suami.
Ahmad Habibie telah membuktikan bahwa menjadi penjaga gawang terbaik bukan hanya soal teknik menangkap bola, tapi soal bagaimana menjaga hati dan fisik tetap sinkron. Dari Bekasi, doa-doa terus mengalir, berharap tangan dingin Habibie mampu mengangkat trofi juara Asia untuk pertama kalinya bagi Indonesia.
Reporter : Fahmi
Editor: Deros








































