infobekasi.co.id – Banyak yang terpukau melihat refleks kilat Ahmad Habibie saat menepis bola-bola panas di semifinal Piala Asia Futsal 2026. Namun, tidak banyak yang tahu, ketangguhan penjaga gawang Timnas Indonesia ini dibangun bukan hanya di atas lapangan latihan, melainkan juga dari meja makan dan jam tidur yang dijaga ketat.
Di saat banyak orang mungkin tergoda dengan kuliner lezat yang menggugah selera, Ahmad Habibie justru memilih jalan yang berbeda. Baginya, setiap apa yang Ia konsumsi adalah bahan bakar untuk menjaga konsentrasinya selama 40 menit pertandingan futsal yang intens.
Eka Dwiyanti, sang istri, membeberkan betapa disiplinnya Habibie dalam menjaga gaya hidup. Di rumah mereka di Kampung Utan Ceger, Jakasetia, Bekasi Selatan, kedisiplinan itu tampak nyata. Habibie sangat selektif terhadap asupan nutrisi dan vitamin yang masuk ke tubuhnya.
“Anaknya memang sangat rajin dan giat. Di tengah godaan kuliner atau makanan yang enak-enak, Dia tetap ketat menjaga asupan vitamin dan nutrisi. Baginya, pola makan itu harga mati yang tidak bisa ditawar demi performa maksimal,” ungkap Eka saat ditemui, Jumat (6/2/).
Kedisiplinan ini bukan tanpa alasan. Habibie percaya, kekuatan fisik dan fokus tinggi di bawah mistar gawang adalah hasil langsung dari asupan yang terjaga. Ia memahami betul, sedikit saja kelalaian dalam pola makan bisa berdampak pada kecepatan refleksnya di lapangan.
Selain urusan piring makan, Habibie juga sangat saklek dalam urusan pola tidur. Istirahat yang cukup adalah kunci baginya untuk memulihkan otot-otot setelah latihan berat. Eka menceritakan, menjelang laga besar melawan Jepang maupun final melawan Iran, Ia selalu mengingatkan suaminya untuk tidak kompromi soal istirahat.
“Saya selalu titip pesan ke suami, yang terpenting itu kesehatan. Kondisinya harus dijaga, makannya dijaga, pola tidur semuanya harus teratur. Saya bilang, fokus dulu ke pertandingan, jangan pikirkan yang lain,” tutur Eka.
Konsistensi yang Berbuah Prestasi
Dedikasi terhadap gaya hidup sehat ini telah membawa Habibie pada level permainan yang impresif. Ketajaman konsentrasinya teruji saat Ia berhasil meredam serangan-serangan cepat pemain Jepang di semifinal. Kini, dengan fisik yang bugar dan nutrisi yang terjaga, Habibie siap menghadapi tantangan terbesar di laga final melawan Iran pada Sabtu (7/2) di Indonesia Arena.
Bagi Habibie, menjadi kiper nomor satu bukan hanya soal seberapa banyak bola yang bisa ditepis, tapi seberapa disiplin Ia menjaga diri di luar lapangan. Karena di balik gemuruh heroiknya, ada kerja keras dari pola hidup sehat yang Ia jalani setiap hari.
Reporter : Fahmi
Editor: D. Rosyadi








































