infobekasi.co.id – Tarjuni, seorang pedagang tempe di Pasar Baru, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, terpaksa memutar otak demi mempertahankan usaha tempe-nya di tengah melonjaknya harga kedelai. Kenaikan harga ini dikhawatirkan bakal menurunkan daya beli penikmat tempe.
“Harga kedelai memang naik, tapi untuk saat ini harga tempe masih kami pertahankan,” tutur Tarjuni, Sabtu (11/4/2026).
Kondisi ini sudah dirasakannya sejak tiga pekan terakhir. Tarjuni mengatakan, saat ini harga kedelai mencapai Rp1,1 juta per kuintal atau setara Rp12 ribu per kilogram. Kenaikan itu turut diikuti harga perlengkapan dagang lainnya, seperti plastik pembungkus.
“Kalau kedelai mahal itu sudah berlangsung lebih dari seminggu. Barang lainnya juga ikut naik, misalnya plastik,” beber Tarjuni.
Tarjuni akhirnya mengambil jalan tengah. Ia memilih mengecilkan ukuran tempe yang dijual agar harga tetap terjangkau.
“Kalau saya belum menaikkan harga. Caranya, ya dengan memperkecil ukuran agar harga tetap terjaga. Itu saja cara mengakalinya saat ini,” ujarnya.
Ia pun berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah strategis untuk menstabilkan harga pasar agar keberlangsungan usaha pedagang tidak terganggu dan konsumen tetap terbantu.
“Sangat perlu ada tindakan nyata dari pemerintah untuk menstabilkan harga, supaya kami para pedagang tidak merasa khawatir,” harap Tarjuni.
(Fahmi)
Editor : D. Rosyadi






























