Lupakan Mitos Tetang Stroke, Inilah Faktanya

penyakit-strokePenyakit stroke sangat ditakuti oleh sebagian orang karena menyebabkan penderitanya lumpuh, baik sebagian atau seluruh organ tubuhnya. Lebih berbahaya lagi, penyakit ini bisa berdampak pada kematian.

Pada dasarnya, stroke merupakan penyakit akibat terganggunya aliran darah menuju otak karena sumbatan atau pecahnya pembuluh darah. Pada kondisi tersebut, otak kekurangan oksigen dan nutrisi sehingga mengalami kelumpuhan anggota gerak, gangguan bicara, serta penurunan kesadaran secara mendadak.

Bahaya akibat serangan penyakit ini menjadikan banyak orang sadar untuk menghindarinya. Sayangnya, gejala yang dikenali oleh sebagian masyarakat masih berupa mitos. Agar tidak terjebak dengan pengertian keliru tentang stroke, simak mitos dan fakta di bawah ini:

Stroke menyerang orang tua

Sampai saat ini, stroke identik sebagai penyakit yang dialami oleh orang yang berusia lanjut orang tua saja, padahal pernyataan itu adalah mitos. Belakangan, beberapa penderita bahkan masih berusia cukup muda. Biasanya, hal ini dipengaruhi dengan gaya hidup yang tidak sehat sehingga menyebabkan seseorang memiliki kadar gula darah dan Kolesterol tinggi, serta kekentalan darah yang menjadi faktor risiko stroke meski usianya muda.

Stroke hanya menyerang penderita hipertensi

Lagi-lagi pernyataan ini merupakan mitos. Stroke bersifat multifaktorial, bukan hanya pengaruh penyakit hipertensi semata. Risiko stroke terbagi menjadi dua, dapat dikendalikan dan yang tidak dapat diubah.

Beberapa faktor yang dapat dikendalikan ialah pengaruh penyakit hipertensi, diabetes, kadar kolesterol dan merokok. Sedangkan faktor yang tidak dapat diubah adalah usia tua dan riwayat keluarga.

Stroke ada 2 jenis : Ringan dan berat

Pada dasarnya benar, klasifikasi penyakit stroke terbagi menjadi dua. Tetapi, dalam dunia medis biasa disebut dengan stroke iskemik dan hemoragik.

Stroke iskemik ialah penyumbatan pada salah satu pembuluh darah yang berperan menyuplai darah ke otak. Sedangkan stroke hemoragik merupakan pendarahan otak akibat pembuluh darah pecah. Meski mirip, penanganan keduanya berbeda.

Stroke tidak dapat dicegah

Masih seputar mitos, beberapa orang beranggapan bahwa stroke tidak dapat dicegah. Padahal, faktanya penyakit ini dapat dicegah. Beberapa caranya ialah dengan mengontrol berat badan, tekanan darah dan kadar kolesterol dalam tubuh.

Pencegahan dengan pendekatan gaya hidup juga dapat dilakukan dengan rutin berolahraga dan mengonsumsi makanan yang sehat serta menghindari konsumsi alkohol dan rokok.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini