Pantau SMAN 5 Bekasi, Wakil Wali Kota Pastikan UNBK Berjalan Jujur dan Lancar

SMAN 5 Sedang Lakukan UNBKPONDOKGEDE – Wakil Wali Kota Bekasi, Ahmad Syaikhu, melakukan pantauan ke SMAN 5 Bekasi, Senin (04/04), guna memastikan pelaksaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMA sederajat berjalan dengan jujur dan lancar.

“Berdasar pantauan saya, pelaksanaan UNBK di SMAN 5 Bekasi ini berjalan lancar. Soal-soal juga belum dibuka dari Jumat kemarin. Diprotect, dan baru bisa diakses tadi pagi. Kita buka disemua unit server di masing-masing sekolah,” ujar Syaikhu saat ditemui infobekasi.co.id disela-sela pelaksanaan sidak.

Ia menyebutkan, pada pelaksanaan UNBK di SMAN 5 tahun ini, ada lima ruang kelas yang dipakai, dengan masing-masing kelas terdapat empat puluh komputer, dengan rincian tiga puluh enam komputer yang digunakan siswa, dan empat komputer cadangan.

Sebanyak 331 jumlah siswa di SMAN 5 yang mengikuti ujian, terdiri dari tujuh puluh enam siswa IPS dan 225 siswa IPA. Namun, fasilitas komputer yang ada ialah 131 komputer, sehingga pelaksanaan ujian juga akan dilakukan hingga tiga shift.

Sementara untuk keamanan, Syaikhu mengungkapkan bahwa telah ada kerja sama dengan pihak PLN untuk mengantisipasi terjadinya mati listrik.

“Jauh hari sebelumnya kita sudah bahas dengan Disdik, dimana Disdik bekerja sama dengan PLN, supaya jangan sampai terjadi mati listrik. Kalau SMA 5 ini kan tahun kedua UNBK. Dimana pada pengalaman yang lalu masih safety dari mati listrik. Namun kita menyiapkan untuk komputer yang digunakan di SMAN 5 diantisipasi menggunakan GPS,” lanjutnya.

Syaikhu berharap, supaya pelaksanaan UNBK tahun ini berjalan sukses. Supaya angka IPM di kota bekasi dapat meningkat lebih baik dari tahun sebelumnya.

“Sebelumnya IPM kita kan nomor 2 se-Jawa Barat. Semoga tahun ini bisa jadi yang terbaik,” harapnya.

Ditemui di tempat terpisah, Kepala Sekolah SMAN 5 Kota Bekasi, Neni Nuraeni, mengatakan bahwa pelaksanaan UNBK  berjalan dengan jujur.

“Para peserta UN dipastikan sudah terbina untuk melakukan pengisian soal secara jujur. Apalagi SMAN 5 Bekasi tingkat nasional mewakili sekolah di Kota Bekasi menerima sertifikat kejujuran dari Kemendikbud tahun 2015 lalu,” ungkapnya. (Sel)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini