Cara Orang Shalih Menikmati Ramadhan (I)

Ust. DH Al YusniABDULLAH IBNU UMAR RA. MURAH DAN RINGAN DALAM BERBAGI

Abdullah Ibnu Umar RA. memiliki kebiasaan berbuka puasa bersama anak yatim dan orang miskin. Bahkan terkadang beliau tidak berbuka ketika keluarganya belum menghadirkan mereka para fakir miskin saat waktunya berbuka di rumahnya.

Beliau termasuk pengusaha kaya, hartanya halal berlimpah, karena beliau seorang pedagang sukses yang amanah. Beliau juga mendapat gaji dari Baitul Mal Negara. Namun saat Ramadhan, semua itu tidak beliau simpan sendiri, akan tetapi beliau bagikan kepada fakir miskin dan orang yang meminta-minta.

Ayub bin Wail Ar-Rasibi pernah menyaksikan kejadian menakjubkan tentang beliau.

Suatu hari Ibnu Umar mendapat kiriman harta senilai 4.000 dirham (sekitar 680 juta rupiah) dan satu baju yang ada bulunya.

Keesokan harinya, Ayub bin Wail ini melihat Ibnu Umar di pasar membeli pakan kudanya dengan utang. Ayub pun keheranan. Karena baru kemarin Ibnu Umar baru mendapat uang 4.000 dirham, tapi untuk membeli pakan kuda saja pakai hutang.

Karena penasaran, Ayub kemudian datang menemui keluarga Ibnu Umar, ingin tahu, apa gerangan yang terjadi.

Cerita keluarganya,

إنه لم يبِتْ بالأمس حتى فَرَّقَهَا جميعًا، ثم أخذ القطيفة وألقاها على ظهره وخرج، ثم عاد وليست معه، فسألناه عنها فقال: إنه وهبها لفقير

“Uang itu belum sempat menginap semalam, namun sudah dibagikan semuanya kepada fakir miskin. Lalu beliau mengambil baju yang ada bulunya, beliau pakai keluar rumah, dan ketika pulang, baju itu sudah tidak ada. Ketika kami tanyakan, beliau sudah berikan baju itu kepada fakir miskin.”

Oleh :  Ust. DH Al Yusni

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini