MEDANSATRIA – Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, menegaskan bahwa apabila diketahui ada oknum yang berasal dari Dinas Pendidikan (Disdik) melakukan kecurangan dalam menginput data peserta PPDB Online, maka dirinya siap melakukan pemecatan massal.
“Dengan sistem dalam PPDB Online itu, tidak mungkin bisa lagi orang melakukan kecurangan, kecuali dijebol oleh operator Telkom atau operator Disdiknya. Kalau itu betul ada, akan keliatan. Tidak mungkin pihak Telkom menjual harga dirinya dengan memasukkan anak. Tapi jika dioperator Disdik seumpama ketahuan melakukan kecurangan itu, saya akan pecat massal,” kata pria yang akrab disapa Pepen ini kepada infobekasi, Kamis (30/06).
Menurut Pepen, dari tiga jalur yang ada dalam PPDB Online, yaitu Umum, Afirmasi, dan Zonasi, jalur afirmasilah yang memiliki potensi untuk dijadikan jalur yang dijanjikan oleh para oknum nakal. Namun, jalur afirmasi memiliki pedoman yang cukup tegas dalam pemberlakuan persyaratannya, yaitu dengan melampirkan Kartu Indonesia Sehat, TKH, maupun SKTM, atau melalui data dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil).
“Ya kalau dari tiga tahap dan kuota masing-masing jalur itu tidak masuk, sementara itu adalah peserta yang betul-betul kurang mampu, akan kami fasilitasi untuk mencari sekolah swasta. Sarana prasarana kami juga terbatas, baru 30 persen. Asalkan yang bersangkutan betul kurang mampu. Sekarang tidak orangtua cari sekolah, tapi Kadisdik yang cari sekolah untuk mereka. Lalu SPP-nya juga akan ditanggung Pemerintah,” kata Pepen.
Asalkan memenuhi syarat betul-betul kurang mampu, lanjut dia, pihaknya telah menyiapkan Rp 6,5 milyar dana pada APBD yang siap digunakan untuk pendidikan.
“Hanya saja persoalannya ialah, bagaimana kita jujur membangun sistem yang baik dan tidak lepas dari makna sinergitas. Bukan hanya itu, masyarakat juga harus diberikan penjelasan bahwa iming-iming untuk melakukan kecurangan itu tidak mungkin bisa diberlakukan dengan sistem PPDB Online ini. Apalagi sampai menggunakan duit, kasihan mereka. Logikannya saja, itu nggak mungkin,” katanya. (Sel)








































