Pemkot Bekasi Akan Cabut Izin Operasional RS yang Terbukti Gunakan Vaksin Palsu

Konferensi Pers mengenai vaksin palsu di Bekasi
Konferensi Pers mengenai vaksin palsu di Bekasi

BEKASI SELATAN – Setelah dilakukan rilis empat belas rumah sakit yang terbukti menggunaan vaksin palsu oleh Kementrian Kesehatan, tiga diantaranya terdapat di Kota Bekasi. Wakil Wali Kota Bekasi, Ahmad Syaikhu, menegaskan bahwa pihaknya tidak segan untuk mencabut izin operasional.

Hal itu dikatakan dihadapan para awak media saat melakukan konferensi pers terkait beredarnya vaksin palsu di Kota Bekasi, di aula press room Humas Kota Bekasi, Jumat siang (15/07).

“Saat ini sudah masuk ranah Bareskrim, kami serahkan proses hukum ke kepolisian. Namun apabila setelah kasus ini masih didapati rumah sakit yang menggunakan vaksin palsu, kami tidak segan-segan untuk mencabut izin operasionalnya. Supaya tidak ada lagi kasus vaksin palsu setelah ini,” tegas Syaikhu.

Ia mengatakan bahwa pihaknya sangat menyayangkan tiga rumah sakit yang menggunakan vaksin palsu, ditambah lagi satu rumah sakit, diantaranya merupakan rumah sakit besar. Tiga rumah sakit itu ialah Elizabeth, Permata, dan rumah sakit Hosana.

“Kita sangat menyayangkan penggunaan vaksin palsu di rumah sakit ini. Karena ini kan membahayakan masyarakat. Untuk itu kami instruksi Dinkes untuk membuka posko pengaduan masyarakat terkait vaksin palsu mulai hari ini. Masyarakat juga dimohon secara kritis dan evaluasi kapan melakukan vaksin kepada anak,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Dinkes Kota Bekasi, Tetty Manurung, mengatakan bahwa vaksin palsu yang beredar di masyarakat adalah vaksin impor produksi Sanofi dan GSK.

“Sementara kami sejauh ini menggunakan distributor resmi dari Biofarma yang merupakan vaksin asli, setelah dilakukan uji labolatorium. Menurut pihak Biofarma, hanya ada tiga jenis produk yang Biofarma yang dipalsukan, yaitu jenis ATS, ADS, ABU, dan PPD,” ujarnya. (Sel)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini