Terungkapnya data vaksin palsu, jelas membuat masyarakat resah. Terutama bagi orangtua yang pernah memvaksinkan anaknya di salah satu rumah sakit yang terindikasi berkerja sama dengan distributor ilegal, CV Azka Medika.
Komunikasi yang jelas dan komprehensif, tentu membantu meringankan kecemasan keluarga pasien. Namun sayang, banyak rumah sakit dan pelayanan fasilitas kesehatan yang menggunakan vaksin palsu tersebut membungkam. Salah satunya yakni Rumah Sakit Multazam Medika, di Jalan Jatimulya, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.
Sejumlah awak media yang hendak mengonfirmasi dugaan vaksin palsu pun tidak diperkenankan untuk mengambil gambar. Alasannya sederhana, Rumah Sakit Multazam menganggap kasus tersebut tidak patut untuk dibesar-besarkan.
“Semuanya sudah tertangani. Tidak perlu ambil gambar. Itu aja, itu perintah direksi,” kata Iis, kepala humas Rumah Sakit Multazam, saat ditemui di ruangnya, Senin (18/07).
Salah satu wartawan dari televisi, Ahmad Arey, mengatakan perlu konfirmasi dari pihak rumah sakit, agar masyarakat tahu informasi yang komprehensif.
“Kita hanya ingin mendapatkan penjelasan dari pihak rumah sakit mengenai jumlah pasien yang diduga terindikasi vaksin palsu. Serta langkah-langkah pihak rumah sakit, itu aja. Kita perlu konfirmasi, agar masyarakat dapat mengetahui informasi yang komprehensif,” kata Ahmad Arey.
Ia pun mempertanyakan maksud jajaran direksi rumah sakit yang enggan dikonfirmasi dugaan vaksin palsu tersebut.
“Kok aneh? Rumah sakit yang lain saja, selalu terbuka untuk konfirmasi. Penjelasan yang kurang tentu merugikan masyarakat,” ujarnya. (Tio)





























