Punya Tiga Titik, Sudah Idealkah CFD di Kota Bekasi?

cfd-harapan-indahBEKASI SELATAN – Car Free Day (CFD) di Kota Bekasi saat ini baru dilaksanakan di tiga titik, yaitu di sepanjang Jalan A. Yani, kawasan Kota Harapan Indah, dan di kawasan Grand Galaxy.

Peresidium CFD Indonesia, Ahmad Syafrudin, saat ditemui infobekasi.co.id, Minggu (02/10), mengungkapkan bahwa idealnya dalam satu kota dapat membuat empat hingga lima titik pelaksanaan CFD.

“Idealnya satu kota dalam satu hari penuh ada hari yang ditutup. Jadi kendaraan tidak boleh masuk sama sekali. Tapi kan untuk mencapai itu sulit, jadi bertahap. Namun kalau titik, untuk Kota Bekasi ini sebaiknya paling tidak memiliki empat atau lima titik sudah bagus,” ujar Ahmad.

Terutama, kata dia, untuk di kawasan real estate dan jalan-jalan protokol, sehingga dampak dari CFD bisa dirasakan masyarakat Kota Bekasi.

“Kan ada kawasan real estate, didorong aja untuk menyelenggarakan CFD. Harapan Indah juga sudah ada, itu bagus. Manfaatmya banyak. Selain bisa membersihkan udara, menciptakan ruang publik, masyarakat juga bisa bersosialisasi dan olahraga,” katanya.

Selain itu, Ahmad menyebutkan, bahwa dengan adanya CFD, juga dapat menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat yang mau berdagang.

“Masyarakat kan juga bisa sekaligus berdagang, hanya jangan di jalan utama, harus ditertibkan dan diberi ruang tersendiri supaya rapi,” kata dia.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah Kota Bekasi, Rayendra Sukarmadji, menuturkan bahwa penentuan titik lokasi dari pelaksanaan CFD juga perlu mempertimbangkan beberapa aspek tertentu.

“Kita lihat dari aktivitas keramaian. Misalnya, buat apa kita adakan CFD di Kemang Pratama? Padahal Kemang ini kosong. Nggak usah CFD juga sudah kosong. Kalau Harapan Indah kan memang padat penduduk, lalu aktivitas kendaraannya juga padat. Nah ini yang kita kurangi polusinya dengan CFD,” ujar pria yang akrab disapa Roy ini.

Menurutnya, salah satu sasaran CFD ini sendiri ialah untuk penyegaran linkungan dan ozon. Sehingga akan lebih terlihat maksimal hasilnya apabila dilakukan di daerah yang padat mobilitas kendaraannya.

“Kalau titiknya tidak padat, ya tidak perlu dipaksakan, nanti malah jadi cemoohan. Saya tidak fokus pada berapa jumlah idealnya, tapi fokus pada titik keramaian aktivitas kendaraan. Jadi tiga titik ini saya rasa sudah ideal. Lagipula di Galaxy juga masih kosong, jadi CFD hanya dua minggu sekali, tapi untuk Harapan Indah dan A. Yani tiap Minggu sudah konsisten berjalan,” tutur dia. (Sel)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini