Warga Usulkan Kelas Khusus Bagi Para Siswa yang Nakal, Ini Kata Para Guru Kota Bekasi

kelas-mengajarBEKASI TIMUR – Untuk mengantisipasi kenakalan remaja, sejumlah warga Kota Bekasi mengusulkan adanya kelas khusus bagi siswa nakal di Kota Bekasi sebagai langkah antisipasi dan proses pendidikan bagi mereka yang dianggapnya susah untuk diarahkan. Namun pada kenyataannya, sejumlah pihak menolak untuk diadakannya kelas khusus siswa tersebut.

Pembina Pondok Pesantren Annida Alislamy, Muhammad Aiz, mengatakan pemisahan kelas khusus, baik untuk siswa yang berprestasi atau terlibat tawuran, selalu ada pro dan kontra di tengah-tengah masyarakat di manapun mereka berada.

Keberadaan kelas khusus siswa yang sering terlibat aksi tawuran bisa memunculkan stigma negatif, dan dalam teori psikologi dikenal dengan istilah Labeling.

“Siswa-siswa tersebut bisa jadi akan hilang harapan karena terlanjur dapat label pembuat onar. Dan efek negatifnya bagi siswa tertentu akan merasa terlanjur dicap sebagai pembuat onar, dan akan terus melakukannya,” katanya, Senin (17/10).

Namun, sambung Aiz, dibalik itu semua ada juga sisi positifnya dengan adanya penerapan hal tersebut di Kota Bekasi, yakni adanya hasrat untuk mengubah sikap dan kelakuan agar para siswa tidak berada di dalam kelas khusus tersebut. Jadi pada akhirnya kedua pilihan tersebut ada plus minusnya.

“Dan buat saya pribadi kurang setuju untuk dibuatnya kelas khusus anak-anak tawuran,” katanya.

Salah seorang anggota Dewan Pendidikan Kota Bekasi, Sardi Effendi, mengatakan tidak perlu adanya kelas khusus bagi siswa nakal di Kota Bekasi, namun perlu adanya sebuah komitmen bersama antara sekolah dengan orang tua siswa sehingga tujuan anak untuk sekolah dapat tercapai.

Menurut dia, anak yang masuk ke dalam kategori nakal itu sebaiknya diberikan program pengembangan dirinya saja dan dimonitoring oleh sekolah serta orangtua, sehingga perkembangannya bisa mengarah ke arah yang lebih baik dari sebelumnya.

“Sehingga bisa tercipta perbaikan bagi diri siswa itu sendiri,” ujar dia.

Indah, salah seorang guru SMKN 6 Bekasi, menuturkan, sebagai seorang guru, dirinya menilai tidak perlu diadakan kelas khusus bagi anak-anak nakal di Kota Bekasi. Karena hal ini akan melebelkan mereka sebagai anak nakal.

“Mereka perlu perhatian, pembinaan lebih khusus dan intensif, serta beri mereka kegiatan yang mereka senangi, salah satunya ekskul misalnya. Rangkul dan dekati mereka, bukan diasingkan,” tutur dia.

Senada dengan Indah, guru Bahasa Inggris SMAN 18 Bekasi, Fitri Marhayati, mengatakan, sebaiknya untuk anak-anak atau siswa yang tergolong nakal, tidak perlu diadakan kelas khusus tersebut, karena hal ini akan membuat mereka semakin diasingkan.

Fitri berpandangan, alangkah baiknya jika mereka berbaur dengan siswa lainnya dengan pengawasan yang sedikit diperketat, sehingga hal-hal yang tidak diinginkan bisa dihindari nantinya.

“Harus dilihat dulu tujuan dibuatnya kelas khusus itu untuk apa, apakah dengan adanya kelas khusus akan ada perubahan atau tidak? Jangan sampai nanti terkesan mubazir,” ujarnya. (Apl)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini