Bocah 14 Tahun Diciduk Ormas Diduga Menjelek-jelekan Agama


BEKASI UTARA – Selain di Jakarta Timur, dugaan kasus persekusi terjadi juga di Bekasi Jawa Barat. Kali ini menimpa bocah berusia 14 tahun yang berinisial SV warga Kaliabang rorotan Kecamatan Bekasi Utara.

SV menulis dalam akun media social Facebook yang diduga menjelek-jelekan suatu agama tertentu. Akibatnya, sejumlah ormas yang tidak suka dengan tulisan tersebut mendatangi SV di rumahnya.

Menurut warga sekitar, kedatangan belasan pria yang diduga sebagai ormas tertentu mendatangi rumah SV pada Kamis (1/6/). Melihat banyaknya keramaian di rumah bocah yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama.

“Iya mas, ada sekitar belasan orang yang datang ke rumah SV, dari atributnya seperti dari suatu ormas tertentu. Kita warga disini juga kaget, soalnya gak tau kasusnya apa.. ternyata kasusnya yang lagi rame sekarang yaitu Persekusi,” ungkap Pria yang tak ingin disebutkan namanya.

Kedatangan belasan pria yang diduga ormas ke rumah SV ini, langsung dilaporkan ke pihak kepolsian Polsek Bekasi Utara dan mengamankan SV dan sejumlah pria yang melakukan Persekusi. Takut akan terjadi hal yang tidak diinginkan, pihak Polsek Bekasi Utara menyerahkan kasusnya ke Polres Metro Bekasi Kota.

Hanya dalam waktu beberapa jam, ratusan pria yang diduga ormas mendatangi Polres Metro Bekasi Kota pada Kamis malam (1/6) dan pendapatkan pengawalan ketat oleh petugas Sabhara Polres Metro Bekasi Kota di depan pagar.

Kasubaghumas Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing Andari ketika di konfirmasi melalui Whatsup membenarkan adanya kejadian tersebut, namun dirinya enggan berkomentar banyak dan menunggu dari Kapolres atau Wakapolres yang akan bicara ke para awak media.

“Sabar yah mas, nanti yang ngasih statmen klo gak Kapolres atau Wakapolres,” ujarnya kepada infobekasi.co.id

Terakhirnya, Erna menyampaikan bahwa statement terkait dugaan Persekusi tersebut hari senin nanti (5/6) karena belum ada jawaban dari Kapolres.

”Mungkin hari senin yah mas, soalnya masih pada cape usai pengamanan pertandingan Persija melawan Arema FC,” tambahnya.

Diketahui bahwa, kasus Persekusi yang di duga dilakukan oleh sejumlah ormas, seperti di Sumatera Utara dan yang baru-baru ini di Jakarta Timur yang di gelar langsung Polda Metro Jaya. Kapolri juga sudah mengintruksikan kepada seluruh Polda dan jajaran Polres untuk melindungi warganya dari Persekusi atau intimidasi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini