Infobekasi.co.id – Setelah dipastikan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak yaitu pada tanggal 13 Desember 2020 mendatang, sejumlah Calon kepala desa (Cakades), mulai gerilya lagi. Mereka memanfaatkan teknologi informasi dengan memanfaatkan jejaring sosial, baik whatsApp, facebook, Instagram, dan media sosial lainnya.
Bagi Cakades yang bukan kalangan milenial, masih memerlukan tatap muka, “Banyak kegiatan yang intinya berkumpul di rumah calon,” kata Rusli, Ketua RW 010 Mangunjaya. Mangunjaya adalah salah satu desa dari 16 desa yang akan melakukan Pilkades serentak.
Ada yang mengambil momen religius dengan kegiatan pengajian setiap malam Jumat yang dilakukan di salah satu rumah Cakades, “Biasanya kalau sudah selesai dilanjutkan begadang sampai pagi dengan pembahasan bagaimana mensiasati supaya menang dalam Pilkades,” kata Rusli.
Selain itu, ada juga yang melakukan kunjungan tim sukses kepada orang-orang kurang mampu dan tentu saja sambil membawa Sembako serta pesan, agar calon Kadesnya dipilih, “Kalau tidak turun ke kampung dan perumahan nggak bakalan dapet suara,” ujar Amin Sahrudin, tokoh masyarakat Mangunjaya.
Pilkades kali ini berbeda dengan sebelumnya, karena dimusim Pandemi Covid-19, maka Tempat Pemungutan Suara (TPS) dibuat untuk 1.000 pemilih, “Satu TPS, untuk 1.000 pemilih dan ada 10 bilik suara,” kata Eka Supria Atmaja, Bupati Bekasi, yang sudah memberi kepastian kepada Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda).
Dia juga menyebutkan, perhitungan suara pun dilakukan dilokasi TPS secara serentak dari 10 bilik suara. Sehingga kotak suara tidak perlu dipindah tempatkan, “Setiap Cakades harus menyiapkan 10 saksi di masing-masing TPS,” jelas bupati.
Reporter: Saban






























