infobekasi.co.id – Beberapa tahun lalu fenomena batu akik marak di tanah air, mejalar hingga ke Bekasi. Penjual batu cincin, dari jenis bacan hingga pandan, bertebaran disepanjang sisi jalan. Omsetnya, bahkan mencapai puluhan juta rupiah. Bisnis menggiurkan saat itu.
Setiap masa ada orangnya, setiap orang ada masanya. Begitu pula dengan bisnis batu mulia ini. Konsumen batu cincin mulai surut, berganti trend baru. Hanya penghobi sejati yang masih tetap setia.
Salah satunya Hasan (46), pedagang batu akik sempat mengenang kisah manis, saat-saat kejayaan meraup keuntungan dari hasil jualan batu tersebut. Dulu, sehari Ia mengaku mengantongi uang jutaan rupiah, dari berjualan batu akik hanya diemperan pinggir rel kereta api.
“Wah, dulu mah waktu lagi rame dagang, saya bisa untung jutaan. Bahkan, sebulan bisa beli apa saja. Pokoknya enak dah cari uang gampang,” kenang Hasan, beberapa waktu lalu saat ditemui di lapak batu akik, pinggir rel kereta api, Pasar Kranji, Kota Bekasi.
Pria kelahiran Kuningan mengatakan, berjualan batu cincin, selain hobi juga bis menjadi sumber mata pencarian keluarga. Menambah pundi-pundi pemasukan dapur dan biaya anak sekolah.
“Saya selain hobi batu akik, juga memang niat jualan bermacam jenis batu cincin, dan juga jual aksesorisnya. Lumayan buat pemasukan keluarga dan biaya sekolah anak,” ucap Hasan yang pernah jadi pegawai di salah satu Bank swasta ini.
Namun, seiring waktu berjalan. Animo masyarakat membeli batu cincin kian surut. Para penjual batu cincin sebagian gulung tikar. Hasan tetap istiqomah, lantaran memang hobi. Sepi, ramainya pembeli, tak berpengaruh. Ia tetap setia berjualan batu akik.
“Sekarang ini paling kebanyakan orang cuma ganti ring (ikatan batu). Kalau beli batu udah jarang,” katanya, sambil menghela nafas dan menyeruput segelas kopi.
Kata Dia, trend batu cincin sudah bergeser ke trend baru. Ia menilai, sebagian masyarakat Indonesia memang mengikuti trend berkembang. Seseorang kalau tidak hobi, beralih ke trend lain
“Sebagian orang Indonesia kan, suka batu cincin ngikutin trend. Hanya yang benar-benar hobi batu saja masih setia membeli. Biasanya, ramai pembeli waktu lebaran idul fitri,” ucap pria berambut gondrong dan memakai kalung batu akik pancawarna.
Ia berharap, trend batu cincin kembali tenar lagi. Sehingga bisa tetap berjualan sekaligus merawat hobinya. Doa dan harapan selalu dipanjatkan. Manusia berusaha, Tuhan yang menentukan.
“Mudah-mudahan bisa rame lagi, ya kayak dulu. Kondisi sekarang jualan sepi pembeli. Tapi, saya tetap berjualan batu cincin. Hobi yang membuat saya bertahan jualan sampai sekarang,” tutup Hasan.
(Dede Rosyadi/deros)








































