Infobekasi.co.id – Problem banjir tak kunjung usai. Dari tahun ke tahun, banjir datang menyambangi pemukiman rumah penduduk yang permukaan tanahnya rendah. Seperti di perumahan RT 02 dan RT 06 RW 01, Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur.
Potret genangan banjir terlihat jelas. Warna air hitam pekat, dan berbau. Lantaran mengalir dari selokan got (saluran air) disertai limbah sampah rumah tangga.
Ketua RT setempat, Teguh menuturkan, banjir dan genangan air sudah terjadi sejak bulan Oktober tahun 2022. Ketinggian air sekitar lutut orang dewasa.
“Dugaan, air datang dari gorong-gorong (saluran air) tidak berjalan secara maksimal, berasal dari sungai Cimede,” kata Teguh, kepada wartawan di lokasi, Jumat (03/03/2023).
Sebanyak 22 Kepala Keluarga (KK), kena imbas banjir tersebut. Kini hanya 18 Kepala Keluarga yang masih tetap bertahan di wilayah tersebut. Sebagian rumah itu memang kontrakan, kini air banjir masih menggenang dari beberapa bulan lalu.

Ia mengaku, Pemkot Bekasi memang sudah mengirimkan bantuan dua pompa penyedot air. Namun, pompa tersebut tidak cukup untuk menyerap genangan air hitam pekat disertai sampah. Sebab, wilayah terdampak banjir cukup luas.
“Saya lagi mengajukan lagi. Semua wilayah Bekasi lagi banjir jadi pompanya kurang,” ucap Teguh.
Dampak banjir, membuat warga setempat terpaksa istirahat mencari nafkah berjualan. Mayoritas penduduk di situ adalah pedagang. Ia bermimpi agar banjir bisa surut dan tidak ‘menganggu’ datang ke wilayahnya lagi.
“Jelas terganggu lah, Karena aktivitas masyarakat juga terganggu atas adanya genangan air ini,” ucap Teguh.
Kontributor: Denny Arya
Editor: Deros Dede Rosyadi






























