Infobekasi.co.id – Warga Bekasi, tahu enggak?Bekasi menyimpan kekayaan kosakata jadul yang kini mulai ditinggalkan oleh generasi muda. Kata-kata ini dulunya akrab digunakan masyarakat Bekasi di kampung-kampung, sebelum akhirnya tergeser oleh bahasa Indonesia dan bahasa gaul.
Berikut beberapa kosakata lawas khas Bekasi yang masih tercatat antara lain, Cemen: Penakut/lemah. Jeblug: Jatuh dengan keras. Ngederes: Belajar mengaji. Pletak: Suara benda jatuh/terpukul. Saru: Tidak pantas, tabu. Bae-bae: Hati-hati. Nengok: Menjenguk. Nongol: Muncul. Ngemper: Tidur atau duduk di emperan rumah. Ngibing: Menari (biasanya jaipongan/dangdut), dan masih banyak lagi.
Menurut catatan beberapa budayawan Bekasi, kosakata tersebut merupakan warisan dari percampuran budaya Sunda dan Betawi tempo dulu. Misalnya, kata ngederes, erat kaitannya dengan tradisi belajar mengaji di langgar, sementara kata saru berasal dari bahasa Sunda yang berarti tabu.
Sayangnya, kosakata jadul ini semakin jarang terdengar di kalangan generasi muda, karena tergerus oleh arus urbanisasi dan bahasa gaul perkotaan. Hanya sebagian kecil masyarakat Bekasi di kampung-kampung tua yang masih mempertahankannya dalam percakapan sehari-hari.
Nah, di wilayah kalian gimana. Masih denger kah bahasa Bekasi ?
Dede Rosyadi
#KosakataBekasi #InfoBekasi #Bekasi






























