Infobekasi.co.id – Krisis pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) telah mendorong para pegawai SPBU Shell di Jalan Ahmad Yani, Kota Bekasi, untuk berinovasi. Tak hanya beralih menjual kopi dan makanan ringan, mereka juga memanfaatkan platform digital, khususnya TikTok, sebagai sarana berjualan. Pada Jumat (19/9/2025), salah satu pegawai terlihat aktif melakukan siaran langsung di TikTok untuk mempromosikan dagangannya.
Fenomena ini menunjukkan adaptasi cepat para pekerja di tengah kesulitan. Dengan etalase sederhana yang dihiasi spanduk unik seperti “Bensinnya kosong adanya kopi (cup) cuma Rp8 ribu,” mereka menawarkan berbagai produk. Mulai dari paket makanan ringan seharga Rp4 ribu hingga Rp7 ribu, air mineral 1,5 liter (6 pcs) seharga Rp45.500, dan kopi susu 1000 mililiter seharga Rp60 ribu.
“Iya ini jualan sambil live juga,” kata seorang pegawai, yang memilih untuk tidak disebutkan identitasnya, saat ditanya mengenai aktivitasnya.
Penggunaan live TikTok ini menjadi strategi pemasaran modern yang efektif untuk menjangkau audiens lebih luas, terutama di tengah kondisi di mana SPBU tidak dapat beroperasi sesuai fungsi utamanya.
Ini menggambarkan bagaimana teknologi menjadi alat penting bagi individu untuk bertahan dan mencari peluang di masa-masa sulit.
Reporter : Fahmi
Editor : Deros
#Infobekasi #TikTokLive #InovasiDigital #AdaptasiBisnis #SPBUShell #BBMShell






























