infobekasi.co.id – Bagi warga Bekasi, Kali Malang bukan sekadar kali biasa. Ia adalah identitas, saksi bisu perkembangan kota, dan urat nadi yang menghidupi Jakarta. Namun, tahukah Anda bahwa Kali Malang bukanlah sungai alami?
Kali Malang adalah kali buatan yang dibangun pada era Presiden Soekarno pada tahun 1957 dan diresmikan pada masa Presiden Soeharto tahun 1967. Pembangunannya memakan waktu cukup lama lantaran panjangnya mencapai 71 kilometer, membentang dari Waduk Jatiluhur, Purwakarta, hingga Cawang, Jakarta Timur. Nama “Kali Malang” berasal dari lokasinya yang melintang (memalang) sungai-sungai lain seperti Kali Cirata, Kali Bekasi, dan Kali Cakung.
Awalnya, Kali Malang dibangun untuk mengairi lahan pertanian di Bekasi dan sekitarnya. Namun, fungsinya berkembang menjadi sumber air baku utama bagi Jakarta. Air dari Kali Malang diolah menjadi air bersih yang memenuhi kebutuhan jutaan warga ibu kota.
Data dari PALYJA menunjukkan bahwa 94,3 persen air baku Jakarta berasal dari luar Jakarta. Dari jumlah tersebut, 62,5 persen disumbangkan oleh Kali Malang. Bayangkan jika Kali Malang tidak pernah dibangun, krisis air bersih mungkin sudah melanda Jakarta.
Kali Malang bukan hanya sekadar sungai. Ia adalah simbol keberhasilan pembangunan dan kerja sama antara daerah. Ia adalah bukti nyata bahwa infrastruktur yang baik dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan banyak orang.
Penulis: dpr
Editor : Dede Rosyadi
#Kalimalang #Bekasi #Infobekasi








































