Infobekasi.co.id – Warga Desa Srijaya, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, resah, akibat kemunculan banyak ular di kawasan permukiman dalam beberapa hari terakhir. Fenomena ini diduga kuat sebagai dampak luapan Sungai Cikarang Bekasi Laut (CBL) yang menyebabkan banjir di wilayah sekitar.
Ular yang ditemukan beragam jenis; sanca, welang hingga kobra, ke wilayah perumahan, terutama di area yang berdekatan dengan bantaran sungai dan persawahan di mana genangan air masih terlihat. Sejumlah warga melaporkan bahwa kemunculan hewan melata ini meningkat sejak debit air Sungai CBL naik akibat curah hujan tinggi.
Salah satu warga, Nipang (51), mengatakan ular kerap muncul di selokan dan sawah, bahkan beberapa kali masuk ke dalam rumah. “Sejak sungai meluap, sudah beberapa kali warga menemukan ular di rumah. Ini membuat warga khawatir, terutama soal keselamatan anak-anak,” tutur Nipang saat ditemui di rumahnya, Desa Srijaya, Tambun, Jumat (19/12/) kemarin.
Hal senada disampaikan warga lainnya, Saripudin (62), yang merasa waswas saat beraktivitas di rumah. Menurutnya, kemunculan ular tidak hanya pada malam hari, tetapi juga siang hari.
“Kami jadi takut, apalagi kalau anak-anak bermain di luar. Takut ular tiba-tiba muncul dari selokan atau sawah,” ungkap Saripudin.
Ketua RT 001 Desa Srijaya, Zardika (38), menegaskan, bahwa wilayah permukiman itu memang berada tidak jauh dari aliran Sungai CBL dan kawasan persawahan.
Kondisi ini menyebabkan habitat alami ular terganggu ketika sungai meluap, sehingga hewan tersebut mencari tempat yang lebih kering dan aman di sekitar permukiman. Ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor jika menemukan ular.
Hingga saat ini, belum ada laporan korban akibat kejadian tersebut. Namun, warga berharap pemerintah daerah segera melakukan normalisasi bantaran Sungai CBL sebagai upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.
(Nicholas Theofilus Susanto)
Editor : Deros






























