Infobekasi.co.id – Harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Wisma Asri, Bekasi, mengalami kenaikan dalam satu bulan terakhir. Kenaikan terjadi pada komoditas seperti kacang-kacangan, minyak goreng, gula pasir, dan santan instan, yang berdampak pada penurunan daya beli masyarakat dan membuat jual beli di pasar menjadi sepi.
Salah satu pedagang sembako, Rohasiana (22), mengatakan hampir seluruh barang dijualnya mengalami kenaikan harga. Menurutnya, hal ini disebabkan gangguan pasokan dari distributor akibat bencana alam di beberapa daerah.
“Iya, semuanya naik. Kacang-kacangan, minyak, gula, sampai kara juga naik,” ujar Rohasiana saat ditemui di Wisma Asri, Sabtu (27/12/2025).
Lebih jauh Ia menjelaskan, pasokan sembako biasanya didatangkan langsung oleh sales ke pasar. Namun, kondisi cuaca dan bencana alam membuat distribusi barang terhambat, sehingga harga ikut terdorong naik.
“Karena bencana, jadi semuanya susah. Barang datangnya juga nggak lancar,” kata Rohasiana.
Kenaikan harga berdampak pada penjualan dan daya beli masyarakat. Rohasiana mengaku, pembeli kini cenderung mengurangi jumlah belanja, bahkan kadang batal berbelanja.
“Penjualan jadi sepi, orang-orang banyak yang mengurangi belanja,” ungkapnya.
Hal serupa dirasakan Anim (55), seorang pembeli di Pasar Wisma Asri. Ia mengaku, kenaikan harga sembako cukup memberatkan pengeluaran sehari-hari.bAkibatnya, Anim harus lebih menghemat pengeluaran dengan mengurangi jumlah belanja.
“Jadi harus ngirit. Biasanya beli banyak, sekarang dikurangin,” keluh Anim.
Berikut beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga:
– Kacang tanah: dari Rp32.000 menjadi Rp48.000 per kilogram
– Kacang hijau: dari Rp28.000 menjadi Rp32.000 per kilogram
– Minyak goreng: dari Rp15.000 menjadi Rp18.000 per liter
– Gula pasir: dari Rp17.000 menjadi Rp20.000 per kilogram
– Santan instan: dari Rp3.000 menjadi Rp6.000 per bungkus
(Erika Yunita Sagala)
Editor : Deros






























