Sebanyak 750 Ton Jagung Banjiri Pasar Cibitung Buat Tradisi Malam Pergantian Tahun

Infobekasi.co.id – Jagung bakar jadi pilihan utama untuk acara bakar-bakaran malam pergantian tahun 2025-2026. Di Bekasi dan sekitarnya, tradisi menyambut tahun baru dengan aktivitas bakar-bakaran seperti bakar ayam, ikan, atau jagung telah menjadi bagian dari budaya masyarakat sejak puluhan tahun silam, biasanya dilakukan bersama keluarga atau warga di lingkungan sekitar.

Sejumlah pedagang sayuran di Pasar Induk Cibitung beralih menjual jagung. Menurut data dari Pengelola Pasar Induk Cibitung, setiap tahunnya permintaan bahan bakar-bakaran meningkat hingga 3 kali lipat menjelang malam pergantian tahun, dengan jagung menjadi paling dicari sejak lima tahun terakhir.

Sekitar 750 ton jagung dari Garut, Lembang, dan sekitar Bandung masuk ke pasar tersebut, hingga hampir semua los sayur terisi jagung. Momentum pergantian tahun baru memang menjadi berkah sekaligus peluang bagi warga yang berjualan jagung.

“Hari ini saya punya stok 20 ton untuk persiapan tahun baru,” kata Carwan, yang biasanya menjual kol dan sawi saat ditemui infobekasi.co.id di lokasi, Rabu (31/12).

Harga jagung bervariasi, baik yang dijual per karungan maupun per kilogram. “Kalau karungan isi 50 kg harganya Rp 300 ribu, sedangkan kiloannya Rp 6.500,” imbuhnya.

Menurut Carwan, selain dari daerah Priangan, jagung yang masuk ke Pasar Induk Cibitung juga ada yang berasal dari Subang. “Semua jenisnya adalah jagung manis,” sambung Ia.

Selain bakar-bakaran, tradisi lain yang masih dilakukan masyarakat Bekasi untuk menyambut tahun baru antara lain berkumpul di tempat terbuka seperti taman atau pantai, serta melakukan doa bersama untuk memohon berkah di tahun yang akan datang.

(H.Saban/Dede R)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini