infobekasi.co.id – Baktor kini menjadi kendaraan modern pengangkut barang yang kerap terlihat mondar mandir dalam aktivitas ekonomi, baik di warung, toko. Bahkan, bisa jadi pengangkut berbagai barang saat ada kegiatan acara. Sebelumnya, masyarakat era 1980 hingga 1990-an menggunakan gerobak roda konvesional sebagai alat transportasi barang, semisal gerobak yang ditarik sapi.
Sebelum era kendaraan bermotor mudah dijangkau, gerobak roda konvesional jadi pilihan utama untuk mengangkut barang skala kecil hingga menengah. Jenis yang umum digunakan, yakni gerobak dorong satu roda dari kayu atau besi, untuk mengangkut pasir, batu bata, atau barang dagangan pedagang keliling. Ada juga gerobak dua roda yang ditarik hewan atau didorong manual, banyak ditemukan di pasar tradisional seperti Pasar Cikarang, Pasar Bekasi Barat, dan kawasan industri kecil.
Kendaraan ini memiliki aksesibilitas baik ke jalan sempit dan biaya perawatan rendah, namun kapasitas muatan terbatas dan membutuhkan tenaga fisik besar.
Perkembangan baktor sejalan dengan pertumbuhan ekonomi dan urbanisasi kota-kota berkembang, seperti Bekasi. Motor beroda tiga awalnya merupakan modifikasi dari motor bebek standar oleh bengkel lokal, dengan penambahan roda ketiga dan bak pengangkut untuk meningkatkan stabilitas dan kapasitas muatan.
Baktor mulai banyak digunakan akhir tahun 1990-an hingga awal 2000-an, terutama setelah banyaknya industri kecil dan menengah serta aktivitas perdagangan yang membutuhkan transportasi barang lebih efisien. Berbagai jenis baktor yang beredar mondar mandir di jalan perkampungan dan jalan raya.
Faktor yang membuat baktor menggantikan gerobak konvesional diantaranya, kapasitas muatan lebih besar, dapat mengangkut hingga beberapa ratus kilogram. Lebih efisien, tidak membutuhkan tenaga fisik besar dan dapat menjangkau lokasi lebih jauh. Fleksibel, dapat digunakan di berbagai jenis jalan mulai dari jalan raya hingga jalan sempit pemukiman.
Saat ini baktor masih menjadi kendaraan penting untuk mengangkut bahan bangunan, barang dagangan pasar, produk industri kecil, dan air minum dalam galon, terutama di kawasan Medan Satria, Jati Sampurna, dan Tambun Utara. Meskipun ada kendaraan pengangkut beroda empat lebih besar, baktor tetap diminati karena kemudahan parkir dan akses ke area yang tidak dapat dijangkau truk besar.
Penggunaan baktor juga menghadapi tantangan seperti masalah keamanan berkendara dan regulasi standar keselamatan serta emisi gas buang yang terus diperbarui pemerintah kota Bekasi. Nah, di wilayah kalian apa masih ada gerobak sapi pengangukut barang?
Editor : Deros





























