Menolak Penambahan Jumlah Rombel, BMPS Kota Bekasi Mengadu Ke Provinsi Jabar

RAWALUMBU – Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kota Bekasi akhirnya mengadu ke Gubernur Jawa Barat terkait penolakan penambahan jumlah rombongan belajar (Rombel) dan kuota siswa di tingkat SMA-SMK di Kota Bekasi.

Sekretaris BMPS Kota Bekasi, Ayung Sardi Dauly, kepada infobekasi.co.id, Rabu (19/7), mengatakan bahwa BMPS Kota Bekasi kemarin, Selasa (18/7), menyerahkan pernyataan menolak penambahan jumlah rombel dan kuota tingkat SMA-SMK di Kota Bekasi kepada Gubernur Jawa Barat melalui BMPS Provinsi Jawa Barat di Bandung.

“Sudah kami sampaikan pernyataan menolak penambahan tersebut,” ungkap Ayung.

Ia mengatakan, penolakan ini didasarkan kepada Permen dan Pergub yang mengatur jumlah rombel dan kuota bagi SMA-SMK, sehingga dengan adanya penambahan tersebut maka ada indikasi pelanggaran di dalamnya.

“Jelas tentu ada indikasi pelanggarannya, maka dari itu kami secara tegas menolaknya,” tegasnya sekali lagi.

Selain itu, sambung Ayung, Permen dan Pergub Jabar yang ada dinilai sudah sejalan, hanya saja Perwal Kota Bekasi tidak sejalan dengan Permen maupun Pergub yang ada.

Ditambah lagi belum lama ini Walikota Bekasi sudah mengirimkan surat kepada Gubernur Jabar terkait hal tersebut.

“Kami dapat informasi bahwa Walikota Bekasi sudah melayangkan surat resmi kepada Gubernur Jabar terkait hal tersebut, oleh karena itu BMPS Kota Bekasi secara tegas menolak hal tersebut karena ada indikasi pelanggaran, karena Pergub yang ada sudah mengacu pada Permen,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, Ayung juga mengatakan bahwa di dalam Pergub ditegaskan bahwa untuk jumlah siswa per rombelnya baik di di tingkat SMA-SMK sebanyak 36 orang siswa. Dimana untuk SMA jumlah rombelnya sebanyak 11 rombel dan SMK sebanyak 24 rombel.

Sedangkan surat resmi yang dilayangkan Walikota Bekasi meminta agar jumlah siswa per rombelnya ditambah dari 36 siswa menjadi 40 orang siswa.

“Sudah ditegaskan di dalam Pergub jumlah siswa per rombelnya sebanyak 36 orang siswa, namun Walikota Bekasi melalui surat resminya meminta sebanyak 40 orang siswa, untuk itu BMPS Kota Bekasi secara tegas menolaknya,” tandasnya. (Apl)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini