Infobekasi.co.id – Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menanggapi isu soal penyesuaian penghasilan karyawan RSUD Chasbullah Abdul Madjid (CAM) Kota Bekasi. Penyesuaian dilakukan mengingat RSUD sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) sedang menanggung beban keuangan sekitar 70 miliar rupiah terkait operasional.
“Dalam kondisi ini, kita harus lakukan manajemen efisiensi agar operasional RSUD tetap berjalan,” kata Tri Adhianto di Bekasi, Kamis (8/1) kemarin.
Ia menjelaskan, bahwa pengurangan penghasilan hanya dilakukan pada komponen Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), sedangkan gaji pokok pegawai tidak terkena pemotongan.
Persoalan keuangan RSUD merupakan masalah lama, yang baru teridentifikasi setelah dilakukan audit dan penyerahan jabatan kepada direktur baru. Berdasarkan hasil pemetaan, sejumlah kondisi perlu diperbaiki agar masalah tidak berulang.
“Kita menangani masalah yang sudah terjadi cukup lama. Setelah audit saat penyerahan direktur baru, kita lakukan mapping dan akan perbaiki kondisi ini,” tutur Ia.
Pemkot Bekasi bakal membantu menangani permasalahan ini, meskipun daerah menghadapi pengurangan Transfer ke Daerah (TKD) sebesar 250 miliar rupiah.
Tri menegaskan, bahwa kualitas pelayanan kesehatan di RSUD CAM tetap akan dijaga, dan masyarakat dapat tetap memanfaatkan layanan yang ada.
“Akan tetap pertahankan kualitasnya, sehingga masyarakat tidak ragu berobat di RSUD Kota Bekasi,” pungkas Tri. (Fahmi).








































