Infobekasi.co.id – Curah hujan dengan intensitas beberapa pekan terakhir memicu lonjakan permintaan material bangunan dan alat kebersihan di wilayah Tambun Selatan, Bekasi. Kondisi ini menyebabkan sejumlah toko bangunan mengalami kelangkaan stok pada komoditas tertentu, terutama material tahan air.
Bong Syak Fong, pemilik Toko Bangunan Mustika di Mangunjaya, mengungkapkan, toko-nya kini tengah menghadapi kekosongan stok produk karpet talang dan cat pelapis anti bocor (waterproof). Ia menyebut, keterlambatan distribusi menjadi kendala utama dalam memenuhi permintaan konsumen yang membludak.
“Lagi nunggu truk pengangkut belum juga sampai,” ujar Bong Syak Fong saat dikonfirmasi infobekasi, Sabtu (31/01).
Senada dengan hal tersebut, A Hui, pemilik toko bangunan lainnya di wilayah yang sama, menegaskan, tren perbaikan rumah meningkat drastis. Selain karpet talang, produk lain seperti pipa air, semen, kompon, dan seng talang menjadi buruan warga untuk menambal kebocoran. Fenomena ini bahkan menyebabkan terjadinya aksi saling pinjam stok antar-pedagang.
“Ini karpet talang sudah habis stoknya. Rekanan toko lain juga banyak yang meminta pasokan ke kami,” ungkap A Hui.
Berdasarkan pantauan pasar, harga karpet talang saat ini dipatok bervariasi, tergantung pada spesifikasi lebar dan ketebalan. Untuk ukuran umum 90 cm hingga 110 cm, harga eceran berada di kisaran Rp13.000 hingga Rp30.000 per meter, dengan varian warna merah-hitam sebagai produk yang paling diminati.
Selain material konstruksi, sektor perlengkapan rumah tangga juga mencatatkan kenaikan volume penjualan. Warga yang terdampak banjir mulai menyerbu toko peralatan untuk membeli alat pembersih lantai dan kusen, seperti kain pel, karet pendorong air (wiper lantai), sikat, hingga sapu lidi.
Lonjakan permintaan ini mencerminkan tingginya pengeluaran rumah tangga, di sektor pemeliharaan hunian sebagai respon terhadap dampak cuaca ekstrem di wilayah penyangga Jakarta ini. Para pedagang berharap rantai pasokan kembali normal dalam waktu dekat guna menstabilkan ketersediaan barang di pasar lokal.
Reporter : H. Saban
Editor : Deros








































