Ini Kata Menhub Bagi Pemudik yang Menggunakan Motor⁠⁠⁠⁠

CIREBON, JABAR, 5/9 - ARUS MUDIK. Sekeluarga pemudik bersepeda motor melintas di kawasan pantura, Cirebon, Jawa Barat, Minggu (5/9). Memasuki H-5 Hari Raya Idul Fitri 1431 H arus lalu lintas masih relatif lancar meski sudah terjadi peningkatan jumlah kendaraan para pemudik pengguna jalur Pantai Utara Jawa (Pantura). SINDO/YULIANTO

Dari tahun ke tahun, jumlah pemudik yang menggunakan kendaraan roda dua (motor) semakin meningkat. Untuk 2014, jumlahnya yakni sekitar 1,8 juta, dan 2015 naik menjadi 8 persen. Hal ini disampaikan oleh Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan J.A Bharata, pada 26 Juli 2015, melalui Tempo.co.id. Untuk di tahun ini sendiri, Menteri Perhubungan (Menhub), Ignasius Jonan, memperkirakan jumlah sepeda motor yang digunakan untuk mudik tahun ini (2016) yakni mencapai 5 juta.

Jonan mengatakan, bagi para pemudik yang menggunakan sepeda motor, tidak boleh punya target waktu untuk sampai kampung halaman. Karena akan berisiko terjadi kecelakaan.

“Tantangan yang besar sepeda motor. Prediksi kami 5 juta naik motor. Saran saya, kalau mudik sepeda motor tidak boleh punya target waktu,” kata dia di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Rabu (29/06), seperti yang dilansir dari liputan6.com.

Pemudik seharusnya bukan menargetkan waktu untuk sampai di kampung halaman, tetapi yang harus ditargetkan ialah mengenai keselamatannya itu sendiri. Maka tidak akan ada tekanan pada pemudik tersebut.

“Kalau target lebih baik asal sampai,” kata dia.

Selain itu, Jonan juga mengatakan, sebaiknya pemudik menghindari keberangkatan usai buka puasa. Karena jika mudik usai buka puasa, akan menyebabkan mengantuk di jalan.

“Jangan habis buka malah berangkat, berhentinya sahur. Ngantuk itu. Dan banyak kendaraan, terutama motor kecil, tidak ditujukan jarak jauh. Penerangan kurang,” kata dia. (Adm)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini