Dewan Pendidikan Bekasi Menilai Simulasi Belajar Tatap Muka Tak Melanggar

Infobekasi.co.id – Ketua Dewan Pendidikan Kota Bekasi, Ali Fauzi mengatakan, dibukanya simulasi belajar tatap muka di enam sekolah sebagai role model. Sebab, permintaan belajar tatap muka di masyarakat cukup tinggi.

Menurut dia, sebelum kebijakan simulasi dilaksanakan, organisasinya mendengarkan suara-suara dari masyarakat terkait dengan proses kebijakan sistem pembelajaran daring yang diterapkan oleh pemerintah pusat.

Ia menyebut, suara yang timbul di masyarakat masih ada keluhan perihal belajar dari rumah.

“Kita juga memperhatikan dan membaca terkait peraturan Surat Keterangan Bersama (SKB) 4 Menteri, oleh karena itu, di dalam SKB 4 menteri itu lah yang menjadi penjabaran kami di dalam kegiatan proses pembukaan sekolah role model itu,” kata Ali.

Ada enam sekolah yang sudah melaksanakan simulasi belajar tatap muka. Antara lain, SD Negeri Pekayon VI, SD Negeri Jaticempaka VI, SD Islam Alzhar Jakapermai, SMP Negeri 2, SMP Nassa, dan SMP Victory Plus.

Dewan Pendidikan Kota Bekasi, kata dia, turut mendukung karena organisasinya juga melihat Standar Operasional yang disiapkan oleh Dinas Pendidikan Kota Bekasi sendiri untuk melaksanakan simulasi sekolah role model ini, itu tidak bertentangan dengan SKB 4 Menteri.

“Justru di dalam sekolah role model ini SOP menjabarkan seluruh hal yang berada di dalam SKB 4 menteri itu, maka dewan pendidikan ini pun turut menyetujui untuk melakukan MoU,” ucap Ali.

“Jadi dalam rangka persiapan itu lah maka kita lakukan simulasi sekolah yang sudah benar benar memenuhi syarat untuk dijadikan sekolah role model,” ujarnya menambahkan.

Kontributor: Denny Arya Putra

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini