Kronologi Keributan Ormas di Depan Polres: Bermula dari Tagihan Rentenir

Infobekasi.co.id – Wakapolres Metro Bekasi Kota, AKBP Alfian Nurrizal mengatakan, keributan dua kelompok massa ormas di depan kantornya bermula dari tagihan rentenir di Rawalumbu.

Ia mengatakan, ada seorang perempuan berinisial I meminjam uang kepada anggota ormas Pemuda Batak Bersatu (PBB). Nilainya Rp 3,5 juta. Ketika pencairan, uang dipotong Rp 300 ribu. Adapun cicilannya Rp 700 ribu selama tujuh kali.

“Sehingga merasa kesulitan melunasi akhirnya dia minta bantuan dari Ormas Gempa (Gerakan Muslim Penyelamat Aqidah),” kata Alfian kepada wartawan hari ini.

Siang di Rawalumbu itu, terjadi gesekan. Mulai percekcokan sampai dengan saling dorong. Ormas Gempa ingin menyelesaikan masalah di Polres Bekasi dengan cara mediasi.

Pada malam hari, Ormas Gempa mendatangi Mapolres Bekasi. Rupanya, lebih dulu tiba massa cukup banyak dari Ormas PBB yang ingin melaporkan kasus dugaan penganiayaan oleh anggota Ormas Gempa di Rawalumbu.

“Ternyata di situ (polres) sudah terjadi massa besar, terjadilah kecekcokan salah paham,” kata dia.

Keributan terjadi. Tiga anggota ormas PBB terluka, sementara 26 anggota Ormas Gempa telah diamankan polisi dan sekarang diperiksa.

Kontributor: Denny Arya Putra

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini