Batu Bersejarah di Bekasi Utara Diduga Sisa Pabrik Zaman Dulu

Infobekasi.co.id – Sejarawan Kota Bekasi Ali Anwar menduga untuk temuan batu purbakala yang diduga merupakan benda bersejarah di Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara. Menurutnya, temuan benda tersebut belum tentu dikatakan sebagai benda bersejarah.

Pasalnya, hal itu diungkapkannya karena perlu adanya penelitian lebih lanjut guna mengatahui ke aslian dari benda tadi.

“Ya gini kalo dalam, saya sebagai Tim Ahli Cagar Budaya, kebetulan belum bisa memastikan itu cagar budaya itu harus dilakukan penelitian dulu. Dari situ kita bisa memastikan itu masuk kategori apa, Tapi memang secara kasat mata, dari yang kita pernah lihat, kemasyarakatan, itu salah satu komponen mesin dari pabrik gula di Bekasi Utara, Teluk Pucung,” ucap dia kepada wartawan, Minggu (26/06).

Ali menyatakan, secara catatan sejarah, asal muasal pabrik gula di daerah Bekasi. Datang dari adanya revolusi industri di Eropa, dimana dari revolusi itu melahirkan macam-macam komponen benda berjenis mesin.

Kala itu, menurutnya Indonesia masih tergabung dengan nama Hindia Belanda. Yang dimana mesin-mesin itu masuk ke revolusi industri dari wilayah Batavia yang dekat dengan wilayah Bekasi sejak abad ke 18 dan 19.

“Nah waktu itu, di Batavia dan bekasi, di pinggir pinggir sungai itu selalu ditanamkan Perkebunan tebu, tebu itu kemudian diolah menjadi gula, mengolahnya tentu dengan alat, alat itulah yang tersisa dan kini ditemukan,” ungkapnya

Ia menyampaikan, dahulu kala disekitaran wilayah Bekasi Utara diantaranya banyak ditemukan para konglomerat dari berbagai negeri luar, seperti China, Eropa bahkan Arab yang sejatinya memiliki ataupun mengelola pabrik gula disekitaran lokasi tersebut.

Lokasi itu, dulu bernama Kampung Teluk Pucung pabrik, sebagai sebutan lokasinya.

“Dulu dikuasain sama tuan tanah, ada yang dari Cina, Eropa dan Arab, ada kecenderungan pabrik gula itu dibangun oleh cina dan Eropa, pada abad ke 19. Itu sebabnya di Bekasi kali barat, Teluk Pucung ada kampung teluk pucung pabrik,” ujar dia yang juga merupakan Ketua Tim Ahli Cagar Budaya Kota Bekasi.

Ali menambahkan, dikisaran abad 18 hingga 19 silam, banyak dari para masyarakat sekitar yang pada umumnya telah menggunakan media batu sebagai alat untuk memeras tebu.

Sebab, apabila menggunakan bahan lainnya seperti kayu maupun besi di saat mudah dicuri maupun didaur ulang.

“Kalau balok kan mudah dicuri orang, dan Kalau besi kan kemungkinan banyak diambil dan dilebur. Kalau komponen batu itu sulit untuk mengangkatnya menggunakan apa, dan sulit diletakkan dilokasi itu,” ujarnya

Serta,kata dia dari adanya temuan itu, pihaknya juga mensinyalir temuan batu purbakala yang diduga sebagai
alat pemeras tebu, yang juga masih terdapat beberapa batu lainnya yang ada di sana.

“Dugaan saya banyak dan ada, karena batu itu amat berat, karena dulu itu ada komponen-komponen apa apa, balok besi besi,” tutupnya

Kontributor : Denny Arya Putra

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini