Infobekasi.co.id – Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen (Mar) Freddy Ardianzah mengomentari soal peluru yang meledak ketika dibelah di Kampung Ujung Harapan, Babelan, Kabupaten Bekasi kemarin siang. Dalam kejadian itu, seorang pemulung meninggal.
Mayjen Freddy mengatakan, pihaknya hingga saat ini masih menunggu hasil penyelidikan dari kepolisian terkait asal-usul peluru tersebut.
“TNI juga masih menunggu hasil penyelidikan dari Kepolisian untuk memastikan apakah benda tersebut terkait dengan sisa amunisi lama atau berasal dari sumber lain,” kata Freddy kepada infobekasi, Senin (24/11/25).
Kendati demikian, Freddy menjelaskan bahwa berdasarkan informasi awal, peluru yang meledak itu diduga berasal dari proyektil kaliber 57 mm. Namun, hal itu belum bisa dipastikan secara pasti.
“Kebenaran juga (kami) menunggu hasil penyelidikan Polri, apakah ledakan itu berasal dari sebuah proyektil kaliber 57 mm yang ditemukan dan kemudian dipotong oleh korban, atau dari amunisi jenis lain,” ujarnya.
Turut diketahui bahwa proyektil kaliber 57 mm biasanya digunakan untuk senjata berat, seperti tank, meriam, hingga artileri pertahanan udara.
Pihaknya meminta kepada masyarakat agar melapor ke pihak berwenang jika menemukan benda mirip bahan peledak, agar segera diamankan karena berbahaya.
Terpisah, Kapolsek Babelan Kompol Wito mengatakan, proyektil tersebut telah dipotong beberapa bagian untuk dijual. Namun, diduga ketika memotong bagian ujung, terdapat bahan peledak yang memicu ledakan keras.
AT
Editor: drs
#infobekasi #bekasi #TNI #Polri








































