Infobekasi.co.id – Langit di atas Kali Cikarang Bekasi Laut (CBL) berubah pekat pada Kamis petang, 29 Januari 2026. Deru angin kencang mulai menggoyang permukaan air yang volumenya terus merangkak naik. Di atas sebuah perahu eretan yang ringkih, seorang wanita duduk tegang. Ia baru saja menyelesaikan tugas kerja di Bekasi Timur dan kini satu-satunya penghalang antara dirinya dan rumah di Sukawangi adalah aliran sungai sedang ‘mengamuk’.
“Pulang kerja dari Bekasi Timur,” ucapnya wanita itu yang enggan disebutkan namanya, matanya sesekali melirik ke arah langit yang mulai memuntahkan hujan deras disertai kilatan petir.
Sore itu, perjalanan yang seharusnya sederhana berubah menjadi ujian nyali. Di tengah cuaca ekstrem, pengelola perahu eretan terpaksa menghentikan operasional sejenak. Menyeberang dalam kondisi banjir bukan perkara mudah. Jika biasanya hanya butuh waktu 3 hingga 5 menit sampai ke seberang, dalam kondisi arus deras seperti ini, waktu tempuh bisa membengkak hingga 15 menit, itu pun dengan risiko terseret arus yang mengintai setiap detik.
Wanita itu tidak sendirian. Di sekelilingnya, sejumlah warga juga tampak pasrah menunggu di atas perahu. Bagi mereka, perahu eretan bukan sekadar transportasi tradisional, melainkan jalur nadi yang terpaksa dipilih demi memangkas waktu tempuh yang melelahkan.
Di balik deru hujan, terselip nada kekecewaan dari para penumpang. Mereka merasa pembangunan infrastruktur di Kabupaten Bekasi bak bumi dan langit. Megahnya pusat kota seolah kontras dengan wilayah pinggiran, khususnya Bekasi bagian utara, yang hingga kini masih mengandalkan tali tambang dan perahu kayu untuk menyeberangi sungai besar.
Ingatan warga pun kembali melayang ke janji-janji manis tahun 2024. Saat itu, Pemerintah Kabupaten Bekasi sempat menebar harapan akan membangun jembatan permanen yang menghubungkan wilayah Babelan dan Tambun Utara. Targetnya ambisius: rampung di tahun 2025.
Namun, memasuki awal 2026, jembatan yang dijanjikan itu masih menjadi bayangan. Realita yang dihadapi warga tetap sama; beradu nasib dengan cuaca ekstrem di atas perahu eretan. Bagi warga Sukawangi dan sekitarnya, pembangunan yang merata masih sebatas wacana yang belum kunjung menyeberang ke wilayah mereka.
Hujan mungkin akan reda malam itu, namun kegelisahan warga Bekasi Utara akan akses jalan yang layak dipastikan masih akan terus mengalir sedalam aliran Kali CBL.
#EretanPerahu #CBL #Bekasi #Info ekasi
Editor: Deros








































