Filosofi Kue Apem dan Talam Menurut Orang Betawi

infobekasi.co.id – Menjelang bulan suci Ramadan, dapur-dapur di rumah masyarakat Betawi biasanya mulai mengepulkan aroma khas pandan dan santan. Di tengah modernitas Jakarta, tradisi membuat kue tradisional bukan sekadar urusan memanjakan lidah, melainkan sebuah simbol permohonan maaf dan persiapan batin.

Bagi masyarakat Betawi, kue apem dan kue talam adalah dua kudapan yang bisa sebagai buah tangan saat tradisi silaturahmi ke rumah saudara maupun guru mengaji. Namun, di balik rasa manis dan teksturnya yang lembut, tersimpan filosofi mendalam yang berakar dari nilai-nilai keislaman.

Secara turun-temurun, para orang tua atau yang akrab disapa Enyak, menanamkan nilai moral melalui penamaan kue-kue ini. Menurut pendapat warga Bekasi, Al Yusni, nama kue apem diyakini berasal dari kata bahasa Arab, Afwan, yang berarti maaf. Meski secara fonetik berubah seiring waktu menjadi apem, maknanya tetap sama, sebuah simbol kerendahan hati untuk saling memaafkan sebelum memasuki bulan suci.

Apem biasanya bersanding dengan kue talam. Masih menurut Al Yusni, kue talam sering dikaitkan dengan kata Ta’allam, yang berarti belajarlah. Pesan tersiratnya, sebelum berpuasa, seorang muslim hendaknya saling memaafkan dan membekali diri dengan ilmu agama.

“Enyak dulu selalu mengajarkan, sebelum Ramadan tiba, kita harus bersih hati dengan memaafkan dan bersih pikiran dengan belajar fiqh Ramadan,” kenang Al Yusni, yang masih memegang teguh tradisi ini.

Pesan filosofis ini menjadikan momen berbagi kue bukan sekadar rutinitas harian. Apem menjadi pengingat untuk melebur dosa antar sesama, sementara talam menjadi pemantik semangat agar ibadah Ramadan tidak sekadar menahan lapar, tetapi didasari atas ilmu yang mumpuni agar lebih berkesan dan bermakna.

Hingga saat ini, meski toko kue modern menjamur, kehadiran apem dan talam di meja tamu masyarakat Betawi tetap menjadi bukti bahwa tradisi dan filosofi agama dapat bersatu dalam kehangatan sepotong kue tradisional. Nah, bagaimana menurut kalian?

#KueAmpem #KueTalam #Kuliner #Infobekasi

Editor : Deros Rosyadi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini