Tentara Sekutu Inggris Kocar Kacir Saat Diadang Pejuang di Kranji-Rawa Pasung

Infobekasi.co.id – Suara desing senjata api diiringi terikan takbir dan merdeka kala itu terdengar keras di perlintasan rel kereta api yang membelah jalan utama Kranji dan Rawa Pasung. Bekasi menjadi tempat berbahaya saat itu pada era revolusi 1945-1949.

Pagi itu , tentara sekutu menuju arah ke Bekasi, dengan kendaraan lapis baja  dan truk yang membawa para tentara. Ada juga tentara yang berjalan di kanan-kiri tepi jalan. Tentara itu berhasil menembus pertahanan Cakung.

Setelah mendengar, para pejuang di garis terdepan mundur. Para pejuang di Bekasi akhir mengatur strategi untuk mengadang sekutu.

Dalam catatan Inggris disebut Tentara Keamanan Rakyat (TKR) yang dipimpin Mayor Sadikin. Perguruan pancak silat asal subang pun sudah meminta izin kepada Resimen Cikampek, Mofreni Moein untuk menjaga pertahanan di Kranji,

Pasukan BBRI yang dipimpin Husin Kamaly dan Ayahnya Haji Riyan, dan kawannya Haji Mesir,
serta laskar rakyat, tidak disebutkan laskar apa saja yang berada disitu.

Mofreni dalam wawancaranya tahun 1984 juga tidak menyebutkan apa saja badan laskar yang terlibat. Kemudian, ditetapkan pengadangan skala besar di perlintasan rel kereta api.

Persenjataan yang digunakan hanya beberapa puncuk senjata jenis caribin, senapan mesin ringan, bambu runcing, golok, keris, tombak, panah dan granat tangan.

Dengan kekuatan yang tak seimbang, maka di pecah dalam formasi. Bagian timur pintu kereta api ditempatkan pasukan TKR yang di pimpin Mayor Sadikin.

Bagian selatan pintu kereta oleh BBRI yang di pimpin Husin Kamaly dan ayahnya Haji Riyan.

Bagian utara pintu kereta api atau Rawa Pasung ada pasukan laskar rakyat. Bagian utara barat ditempati pasukan perguruan pancak silat dari Subang.

Pertempuran dilakukan jarak dekat. Dengan begitu, senjata sekutu tidak terlalu berfungsi. Taktik perang di mulai, menutup perlintasan kereta api dengan palang pintu.

Pasukan sekutu inggris mengira akan ada kereta api yang akan lewat. Para pejuang sebelumnya telah menyembunyikan semua senjata ke dalam baju, sarung yang dililit di perut hingga tidak terlihat musuh. Mereka berbincang santai sambil berjalan, dan sebagian mereka bersembunyi.

Pasukan Inggris mengira mereka hanyalah petani biasa yang pergi ke sawah. Namun disaat mereka lengah, disitulah penyerangan terjadi.

Pertempuran jarak dekat cukup sengit.
Suara takbir dan kata merdeka berkumandang. Para pejuang melompat ke panser, tank, maupun truk.

Dengan berbagai senjata tajam dan ilmu bela diri, mereka menyerang, menghujam semua tentara Inggris yang terkejut oleh serangan mendadak.

Dengan taktik jarak dekat, para pejuang mudah menebas tentara Inggris dengan golok, menusuk dengan bambu runcing, dan jurus mematikan silat dari perguruang Subang.

Tentara sekutu Inggris tidak sempat melakukan perlawanan, membuat hancur lembur pasukan penjajah tersebut ,hingga mundur.

Pertempuran Rawa Pasung menelan korban enam orang pejuang gugur. Namun berhasil merampas 12 senapan mesin dan 10 senpi jenis caribin.

Para pejuang juga berhasil menghancurkan kendaraan pasukan Inggris dengan granat tangan. Padahal pasukan Inggris ini saat perang dunia ke-2 menjadi pemenang perang, tetapi hancur lebur diadang para pejuang dan rakyat Bekasi

Kontributor : Khaidir Ali

Editor  : Deros D.Rosyadi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini