Warung Jajanan Bocah Tak Tergerus Moderenitas Selalu Diserbu Para Bocil

infobekasi.co.id – Jajanan warung yang tak lekang oleh waktu, terlihat disudut perkampungan yang di kelilingi oleh perumahan modern. Para pelangganya bocah-bocah sekitar perkampungan.

Biasanya para bocah cilik (bocil) saat sore hari dengan bermodal uang jajan Rp2000-Rp5000, “menyerbu” warung yang menjual aneka jajanan ringan murah meriah, mulai dari makanan ciki hingga minuman es.

Bagi bocah yang dikasih uang jajan lebih, mereka dengan suka hati memilih jajanan tanpa pikir panjang. Biasanya yang punya uang jajan banyak suka disebut, “Bos Kecil”, Ia yang menjadi ketua regu pemburu jajanan warung.

Pemandangan ini jarang terlihat di sudut kota metropolitan, hanya ada di perkampungan padat penduduk. Di warung-warung kecil itu para bocah menikmati jajan sambil bermain, bergurau, tanpa beban hidup.

Warung yang menjual beraneka macam jajanan tersebut kadang melengkapi dagangnannya dengan aneka olahan kudapan, semisal gorengan bakwan, pisang, risol, dan makanan kekinian dengan olahan made in tukang warung.

Salah satu warung yang kerap diserbu para bocah, Warung Cang Idris, yang terletak di Bekasi Utara. Ia sengaja mengkonsep warungnya dengan jajanan murah meriah,, sasaran pembelinya para bocah cilik.

“Jual jajanan ciki, es, ama goreng-gorengan. Biar bocah pada jajan ajah. Soal untung mah sedikit, yang penting bisa muter modal ajah,” ujarnya.

Cang Idris membuka warung jajan lantaran dirinya ingat masa kecil jajan di warung kampung tempat Ia lahir dan tumbuh dewasa. Nostalgia sambil belajar dagang.

“Zaman saya mah, jajan mie gadoh Anak Mas, coki-coki, permen bonbon, es orson. Saat itu udah mewah banget. Jadi, jualan begini juga biar bocah-bocah bisa nikmatin jajan yang murah meriah tanpa kudu ke Supermarket,” tutur Pria Asal Kaliabang Tengah tersebut.

Ia berharap, keceriaan dan kenangan indah para bocah di sekitar tempat tinggalnya bisa menjadi nostalgia. Selain para bocah bisa bersosialisasi bebas bermain, mereka juga bisa jajan tanpa harus merogoh kocek dalam.

“Resep ajah, kalau sore-sore bocah pada jajan. Rame jadinya, meski kadang ada ajah bocah ngutang gak bayar. Ya namanya juga bocah,” kata Cang Idris sambil tersenyum, melihat kelakuan para bocah yang jajan di warungnya.

(Deros)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini