Syaifudin Pertanyakan Kepergian Plt Wali Kota Belajar Kelola Air Bersih ke Malaysia

Infobekasi.co.id – Anggota Komisi III, DPRD Kota Bekasi, Syaifudin, A.Md mempertanyakan urgensitas kepergian Plt Wali Kota Bekasi ke Malaysia pada 26-28 Juli 2022, dengan membawa jajaran Direksi PDAM Tirta Patriot dengan dalih belajar pengelolaan air bersih di sana.

Ia menyebut, kunjungan Plt Wali Kota Bekasi ke Malaysia setelah terbit surat nomor B-56/KSN/S/LN.00/07/2022 pada 22 Juli 2022 tentang penghentian sementara pelaksanaan perjalanan dinas luar negeri bagi aparat negara (PDLN).

Menurut dia, masih banyak persoalan di Kota Bekasi yang memerlukan kecakapan dan komando seorang kepala daerah.

“Misalnya persoalan-persoalan yang ada di Kota Bekasi saat ini adalah yang pertama terkait PPDB yang belum beres. Penerbitan Revisi Perwal PPDB yang memunculkan polemik penambahan rombel, ini perlu kehadiran dan koordinasi dinas terkait oleh Plt Walikota,” katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (3/8/2022).

Sekretaris Fraksi PKS ini juga menuturkan poin kedua adalah terkait serapan anggaran APBD 2022 yang masih minim, antara lain masih sekitar 35-40 persen, sehingga perlu Sinkronisasi antar OPD.

Poin ketiga, kata dia, bahwa persoalan mendasar pengelolaan air bersih oleh PDAM Tirta Patriot di Kota Bekasi bukan dari kurangnya pengetahuan sehingga harus belajar ke Malaysia, tetapi bagaimana menaikkan Standar Pelayanan Minimal (SPM) dari PDAM Tirta Patriot.

Terlebih berbagai sebab kurang terpenuhinya SPM harus dicarikan solusinya dan diketahui akar permasalahannya.

Aleg PKS Dapil Bekasi Utara ini juga menilai agar Plt Walikota dan Jajaran Direksi PDAM Tirta Patriot lebih penting fokus untuk penyelesaian masalah dasar yang memang selalu dan sering dihadapi.

“Karena permasalahan yang sering muncul dan dialami masyarakat adalah, suplai air bersih yang tidak lancar dan kotor. Bahkan tidak jarang putus aliran sama sekali hingga lebih dari satu atau dua hari dengan alasan terjadi pencemaran lingkungan ataupun terjadi pembuangan limbah secara ilegal di jalur aliran Kali Bekasi,” beber Syaifudin.

“Ini persoalan utama yang harus dituntaskan oleh PLT Wali Kota Bekasi dan BUMD Tirta Patriot untuk melakukan investigasi lebih jauh, apalagi aliran Kali Bekasi ini jalurnya dimulai dari kabupaten Bogor dan membentang sampai ke Kabupaten Bekasi,” imbuhnya.

“Tentu hal ini menuntut Plt Walikota Bekasi untuk berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten Bogor dan Kabupten Bekasi serta berbagai pihak lainnya agar tidak terjadi lagi pencemaran air sungai Kali Bekasi yang menyebabkan ketersendatan atau pun kekurangan suplai air baku untuk PDAM Tirta Patriot Kota Bekasi,” terangnya. (parlemen)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini